Posts Tagged ‘tuning’


Alhamdulillah 

Dapat saudara baru dari Sidoarjo, mr.G – spot eh .. Mr.G saja, hehe .. Rider cb150r penyuka topspeed dan adu kebut 1200m ini sudah menyoba keliling ke garasi garasi lain buat korek motornya namun belum mendapat hasil yang optimal malah ngelitik iya karena kompresi dan asupan bahan bakar tak berjodoh hehehe. Akhirnya toh ke rumah RAT juga, hehehe akhirnya ya murmerceng juga. 

Bore up malu malu

Bedah jantung cb150r ini langsung di replace dengan piston kit 61mm dan liner baru untuk menghantam ruang bakar dengan perbandingan 11,5 : 1 cocok dengan pertamax. Dinamakan bore up malu malu karena ga selisih jauh dari standard. Ya karena titik paling aman adalah ketika kita tidak memaksakan over spec dengan dana yang ada. Penampang piston yang baru ini dianggap masih mampu menerima asupan dari diameter payung klep standard. 

Porting langsung dibenahi ulang, klep di back cut dan three angle valve seat modification. Supaya pasokan udara lebih deras box filter dilepas supaya makin legaaaahh.. Special cam pilihan kita di instal dengan durasi 260 dengan lc 110 , lift dipacu hingga 8,8mm supaya memberi keberuntungan hehehe 
Peran Knalpot dan Ecu

Basic tuning ini wajib ganti ecu dan knalpot supaya kompresi ruang bakar tidak kekeringan serta sisa pembakaran ga mbulet aja di dapur pacu, alias lebih plong. Finishing ekstra didapat dari penataan ulang Ecu Juken 3 sesuai sensor yang terbaca di dyno hasil perbandingan udara dan bahan bakar mesin. Yang penting afr tertata rapih di 13:1 , power pun mengikut hingga ke 25dk 🙂 mantap!!! 

Enak, simple , namun bertenaga ? Hayuk siapa yang mau sonic, cbr nya ikutan? Atau riset yang lebih hehhee 

TETAP SEHAT ! TETAP SEMANGAT ! JALIN PERSAUDARAAN TIAP HARI

  • Rat Motorsport Sidoarjo
  • Jl. Bypass juanda baru no 17
  • Sedati, sidoarjo
  • Jawa timur 
  • 085645577007 
  • Wa : 081232809454
  • Pin : 2345147E  

Iklan

Alhamdulillah, 

Semakin asyik dalam menekuni mesin ber pasokan bahan bakar elektronik. Kali ini media nya adalah motor kawasaki Ninja 250 Fi ( fuel injection ) , mesin sport dua silinder satu ini memang dikenal kurang galak ketika dalam kondisi standard. So, ini ada jurus ampuh dalam membuka kesaktian ruang bakar sang Ninja biar bisa berlari kencang.

Pelepasan gas buang

Pemilian knalpot tidak bisa sembarangan karena mesin dua silinder ini memerlukan harmoni gas yang keluar supaya tak saling berdesakan. Apalagi kondisi standarnya piping pada header terlalu kecil, mencekik bro… Ga bisa teriak, cuma mendesah hehehe… Kurang asyik. 

So header di custom dengan inlet diametre pipe 26mm, diteruskan colector dan piping custom. Muffler menirukan desain yoshimura japan, apalagi ditambah action lapisan carbon wah jadi semakin mboys. Knalpot yang bisa dipesan ini secara instan memberi extra tenaga 6-7dk yang melonjakkan tenaga standardnya 25dk menjadi 32dk. 

PORTING POLISHED HEAD

Ekstra 3 – 4 dk diperloh dari porting cylinder head. Tidak asal porting lho. Disini kita re cutter dudukan klep nya. Alias ditata ulang valve seat angle yang 45 derajat di tipisin dilanjut 60 derajat dan 75 derajat hingga mendekati daging porting. Modifikasi back cut 30 derajat pada klep in dilakukan untuk menambah flow meski tidak memodifikasi camshaft. Setelan klep standard bawain pabrik. 

Porting hanya dirapikan pada bowl area intake, sedangkan bagian luar tak disentuh. Pada porting exhaust hanya dihaluskan saja dan di polished.

Fine Tuning



Finishing tuning ingatlah seandainya kamu memang suka seting dan detail. Gantilah stand alone ecu langsung , jangan piggyback. Karena bagaimanapun tetap ada keterbatasan dalam tuning dan pemrosesan data,sebab kinerja piggyback masih menumpang pada ecu asli. Fitur yang ada pun seringkali sangat minim, utamanya hanya mengatur asupan bahan bakar saat open throtle. Tidak ada fitur accelerator, deceleration, injector timing, dan banyak fitur engine set up pada pro ecu.

 Apalagi jika kalian sudah terbiasa tuning diatas dyno dan berpatokan pada AFR. Maka ketelitian dan ukuran menjadi penting dalam membenahi kurva torsi maupun tenaga. 

Berhubung motor ini hanya mengandalkan piggyback maka ekstra 2-3dk lagi sudah istimewa meski kurva tenaga yang dihasilkan kurang disuka ada lemotnya karena derajat pengapian pun masih standard. 

Tapi apapun harus…

Tetap Sehat ! Tetap Semangat ! Biar bisa modifikasi tiap hari. 


Alhamdulillah,

testimonial cam

Sampailah kita pada pembahasan KUNCI PERFORMA MESIN 4 TAK, yaitu Dynamic Compression Ratio, alias rasio kompresi dinamis, lebih mudah dipahami sebagai tekanan dalam sebuah silinder. Ini adalah sebuah konsep penting dalam membangun sebuah karakter mesin ber performa tinggi. Sudah siap? Ayo tariiikkk mang… Hehehe

Hal pertama yang harus kita tanamkan adalah “rasio kompresi (RK)” seperti biasa dibahas para tuner handal lebih cenderung pada “Rasio Kompresi Statis”. Adalah konsep sederhana menghitung perbandingan antara kapasitas mesin saat piston menghisap dalam sebuah silinder kemudian didorong dipadatkan ke ruang diatas permukaan piston kedalam ruang bakar saat berada di Titik Mati Atas (TMA). Tips sederhana dari RAT untuk mengatur kompresi juga sudah diulas di maniak motor , ini link nya : Tips Piston Jenong.

Knalpot berperan penting dalam melepas panas hasil dari ledakan kompresi. 30% pentingnya dalam mesin performa tinggi

Knalpot berperan penting dalam melepas panas hasil dari ledakan kompresi. 30% pentingnya dalam mesin performa tinggi

Misal, sebuah silinder memiliki displacement 125cc dan volume combustion chamber 15cc ( sudah di plus-plus volume ketebalan paking, jenong piston, coakan klep, jarak tepi piston ke bibir blok, dll) maka RK akan didapat dengan rumusan, RK = (V1/V2) + 1 = (125/15) + 1 = 9.33  ,alias mimik premium masih oke nih mesin. Jika kita melakukan papasan pada cylinder head sebanyak 0.5mm dan mengurangi volume ruang bakar menjadi 12.5cc maka rasio kompresi sudah tembus 11 : 1 alias kudu minum pertamax. Dari sini saja kita sudah harus berhati-hati dan teliti tentang pemilihan bahan bakar yang bagus untuk mesin kita.

Sekaligus menjawab pertanyaan mengapa ketika melakukan bore up, motor malah molor dan seringkali ngelitik atau bahkan overheating karena ketidakcocokan bahan bakar dengan suasana hati mesin, tengkar deh… 🙂 Jangan lupa Bore Up juga mempengaruhi, misal kapasitas didongkrak menjadi 150cc sedangkan head dipapas lagi sehingga volume ruang bakar tinggal 12.5cc, maka RK tembus di angka 13 : 1 yang sudah kudu mimik bensol. Masa iya motor gini mau dipakai harian? Pom bensin yang jual bensol dimana ya om… Hehehe

Semua orang tahu bahwasanya Mesin Performa Tinggi memiliki tipikal rasio kompresi tinggi. Semua halaman buku performa selalu bicara gampangnya, Semakin tinggi rasio kompresi maka semakin tinggi Kuda-Kuda tenaga yang dihasilkan. Bisa dipastikan pula peningkatan rasio kompresi sekaligus memperbaiki efisiensi volumetris dan respon puntiran gas. Jadi kenapa gak di pol-pol in aja madetin dome piston ke ruang bakar dan melejitkan RK setinggi langit seperti guru-guru kita jaman TK mengajarkan untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit huahaha… Ternyata semua itu tidak berjalan linier. Sekali RK menyentuh pada besaran nilai tertentu, kecenderungan detonasi akan muncul semakin besar pula. Siapakah detonasi? Bisa dibilang dia adalah sang trouble maker, lord voldemort di Harry potter, Tokoh jahat perusak mesin.

gambar kartun tentang detonasi

gambar kartun tentang detonasi (performancetrend.com)

Detonation kill power and kill your engine! Ini bukan judul lagu, tetapi emang kenyataan bahwa detonasi bisa ngerusak mesin. Gimana cara mengatasinya? Sabar… Kemampuan suku cadang mesin menahan beban rasio kompresi tinggi dapat diukur dari beberapa faktor, desain kubah ruang bakar, material cylinder head, lapisan ruang bakar, material piston, bahan pembuat dinding liner, material klep, nilai rating busi -semakin panas suhu kerja mesin maka penggunaan busi ideal dengan nilai tinggi, semakin tinggi rasio kompresi penggunaan busi cenderung membutuhkan elektroda kecil yang memiliki voltase kuat dan fokus- Sekali aspek mekanis dalam mesin diperbaiki, maka variabel utama yang mebatasi tetep : KETERSEDIAAN BAHAN BAKAR DENGAN NILAI OKTAN TINGGI. Semakin tinggi nilai oktan = semakin tahan terhadap detonasi dan kemampuan toleransi terhadap tekanan kompresi.

Dongeng diatas memunculkan pertanyaan yang seharusnya ada di pikiranmu, Seberapa tinggi seharusnya Rasio Kompresi mesin yang akan saya bangun? Kalaupun kamu mengetahui seluk beluk detail mesinmu dan memutuskan bahan-bakar apa yang bisa kamu peroleh dan akan kamu pakai, pertanyaan itu tetap tidak bisa terjawab dalam sekejab. Tanya Kenapa? Because karena tanpa referensi ataupun data dari spesifikasi noken as, RASIO KOMPRESI TIDAK BERARTI APA-APA!!! Lho, kok bisa? Dynotest yang akan membuktikan silahkan patok rasio kompresi yang sama dengan camshaft yang berbeda, gampangnya gini, mesin standard, upgrade pake camshaft A, B, C… Pasti efeknya berbeda-beda! Well… dimana bedanya, kem mana yang memiliki performa paling oke di rentang RPM berapa.

Berpikir tentang bagaimana siklus sebuah mesin dan bagaimana dulu guru-guru kita mengajarkan proses mesin 4 langkah. Power stroke sudah selesai dan piston mulai bergerak naik ke atas. Klep masuk pastinya tertutup dan klep buang sudah terbuka. Seketika piston bergerak naik sekaligus membantu mendorong gas buang ke exhaust port. Sesaat sebelum piston mencapai TMA klep intake sudah mulai terbuka *disini point penting seringkali piston bertabrakan dengan klep adalah saat proses overlaping karena per klep floating, Piston berada pada TMA saat kedua klep terbuka sedikit untuk mendinginkan mesin. Kemudian piston bergerak turun dan klep buang tertutup sempurna dibarengi terbukanya klep hisap lebar-lebar. Gas segar masuk dengan sempurna ke dalam silinder. Sampailah piston di TMB dan ancang-ancang untuk melakukan langkah KOMPRESI! Inilah poin kritis kedua sebelum kita memahami Rasio Kompresi Dinamis (RKD).

Camshaft TIMING

Saat piston TMB, semua tahu klep intake masih terbuka. Akibatnya, meki piston sudah mulai bergerak naik, belum terjadi sedikitpun KOMPRESi karena klep intake masih terbuka. Kompresi baru dimulai jika dan hanya jika klep intake sudah tertutup penuh sempurna tentu saja klep exhaust juga masih kondisi tertutup. Dan saat itulah campuran udara/bahan bakar dipadatkan! Rasio kompresi saat klep intake benar-benar sudah tertutup itulah yang dinamakan Rasio Kompresi Dinamis.

RKD adalah kondisi pemadatan udara-bahan bakar yang sesungguhnya harus dihitung, bukan RK saja. Karena eh karena RKD tergantung pada derajat klep menutup, maka cam spec memiliki banyak effect dalam RKD sebagaimana spesifikasi teknis motor. RKD nilainya pasti lebih rendah dibanding RK. Kebanyakan mesin street performance dan semi-race motor memiliki RKD pada rentang 8 – 9 : 1. Untuk balap biasanya ada di 9,5 – 10,5 : 1.  Mesin dengan camsahft “kecil” akan butuh RK lebih rendah untuk mencegah detonasi. Mesin dengan cam “besar” dengan klep intake yang semakin lambat menutup bisa saja aplikasi rasio kompresi tinggi. Jika bisa mendapatkan VP Racing fuel maka sah-sah saja memakai RKD dan RK lebih tinggi. Tentu saja, motor balap dengan Cam Gemuk bisa dipahami mereka bisa melewati rasio kompresi diatas 13,5 : 1. karena eh karena cam mereka memiliki durasi overlaping lebih lama, yang berarti proses pendinginan mesin lebih lama serta RKD yang tetap proporsional artinya tidak terlalu kempos.

Durasi noken as secara riil akan mempengaruhi performa sebuah mesin, sebagai contoh ketika kita memilih noken as berdurasi 310 derajat, kemudian kita ukur dengan dial gauge ternyata… Noken as ini memiliki data in close, 80 derajat sesudah piston bergerak naik dari Titik Mati Bawah. Berarti sisa untuk langkah kompresi tinggal berapa anak-anak? Hah!? berapa? 90 derajat? Budi! Ayo berdiri di depan kelas sambil angkat kakinya dua-duanya… -Ngawang kalee-

Noken as gemuk customize by RAT

Noken as gemuk customize by RAT

Setiap siklus dalam mesin 4 langkah terjadi memakan proses sebanyak 180 derajat kruk as, sehingga langkah kompresi hanya tinggal 180 – 80 derajat = 100 derajat! Pinter… Nah, berarti langkah kompresi kita gak 100 persen dong? Ya iya lah… tadi kan diatas udah dijelasin kalau nilai RKD pasti lebih kecil dari RK. Gampangnya jika langkah kompresi diprosentasekan maka 100 / 180 derajat x 100 % = 55 %. Jadi jika kita punya mesin dengan RK 10 : 1 maka rasio kompresi sesungguhnya tinggal 5.5 : 1, gitu? Gak segampang itu sobat…

Menghitung RKD membutuhkan beberapa data, dan kalkulator tentunya, masa pake sempoa? Pertama, nilai stroke setelah klep intake benar-benar menutup harus didapat. Ini perlu tiga input : Intake Valve Closing Point, Panjang Connecting Rod, Langkah sesungguhnya, dan beberapa rokok biar ga bosen ngitung hehehe…

Daripada ribet-ribet ngitung tinggal klik aja di http://www.wallaceracing.com/dynamic-cr.php tinggal input-input data dan klik, jadi deh…

Misal motor Yamaha Jupiter z spec drag 130cc milik RAT , dengan diameter piston 55.2mm , stroke 54mm, panjang rod 96mm, inlet close pada 90 ABDC. Maka inputnya adalah Bore = 55.2 / 25.4 (dari mm dipindah ke inch) = 2.173 inches, Stroke = 54/25.4 = 2.12 inches, Rod length = 3.77 inches, static comression ratio 14,5 : 1, inlet valve close 90 derajat setelah TMB. Klik tombol calculate, maka hasilnya adalah :

Static compression ratio of 14.5:1.
Effective stroke is 1.22 inchesra.
Your dynamic compression ratio is 8.75:1 .

Pak Ndut RAT lagi nge-dial mesin mio

Pak Ndut RAT lagi nge -dialing cam mesin mio

Mantab kan… Nah lalu apa gunanya kita mengetahui rasio kompresi dinamis? Tentu saja untuk mengetaui perbandingan arah modifikasi kita, misal dari situ kita bisa riset menaikkan lagi kompresi rasionya, atau riset setingan cam atau posisi dial yang lain. Tentu dipandu alat dynotest atau tukang seting yang feelingnya kuat, lebih gampang bikin mesin kencang.  Contoh mesin jupiter standard inlet valve close pada 65 derajat, jika ingin modifikasi street performance, maka cukup naikin rasio kompresi standard awalnya 9 : 1 , bisa dibuat jadi 10.5 : 1 dengan bahan-bakar pertamax, maka rasio kompresi dinamisnya akan berada pada point 8.3 : 1, ini persis seperti apa yang dibilang diatas. Kalau nilai rasio kompresi sudah diperoleh maka tinggal mengatur porting area mau dipatok di RPM berapa, yang pasti jangan lebih tinggi dari 9.000 – 10.000 RPM. Dijamin motor tipe ini akan lebih mudah di tune dibandingkan dengan yang rasio kompresi sama dengan durasi camshaft tinggi. Atau kebalikannya, motor balap dengan rasio kompresi 14 : 1 dengan noken as standard akan sangat sulit di tune dibandingkan dengan yang memakai camshaft “besar”.

stok head balap

stok head balap

Head Racing

Head Racing

So… bagi kalian yang minat riset noken as yang padat dan kuat, beritahu kami segera! Tetap sehat! Tetap semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 5292A36B/ 5afc92ee

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

insta : ratmotorsby 


Korek mesin motor sudah banyak menjadi hobby mulai balap hingga korek harian bahkan sebuah kebutuhan pada hari ini. Banyak kegunaan dari meningkatkan performa kendaraan kita, mulai dari memberi kita semangat untuk berangkat ke sekolah, kantor hingga menemani kita di akhir pekan, seting drag di malam minggu, touring maupun cornering.

Berikut adalah beberapa tips dari mesin balap yang bisa diterapkan di mesin harian kita. Supaya selain kencang pula aman.

1. Ukur Kompresi

Wajib hukumnya meskipun kita ga bisa ukur porting maupun dial noken as , menghitung kompresi harus bisa dilakukan.
Dari sini kita akan tahu bahan bakar apa yang wajib kita isikan. Jangan-jangan mau bikin mesin korek harian kompresinya 15:1 minum premium ketika mau bikin yang balap 10:1 minum avgas. Lha ini kan jadi kebalik-bolak hehehe..
Caranya isikan cairan dengan suntikan maupun buret melalui busi saat tma. Kemudian hasilnya dikurangi 0,8cc untuk volume lubang busi. Kemudian dipakai untuk perhitungan masukkan di rumus.

Rk = (v1/v2) + 1

Untuk harian mantap kompresinya bisa diatur antara 11-12 : 1 saja udah joss..

image

2. Deck clearances

Penataan tepi piston terhadap bibir atap cylinder blok menjadi sangat krusial. Posisi mendem piston untuk spec mesin harian maksmimal 0,8mm. Posisi itu belum ditambah ketebalan paking cylinder head yang berada di minimum 0,3mm.

Sebaiknya dalam menata deck clearances jangan mengandalkan paking blok bawah yang berlapis. Artinya kalau bisa tanpa paking blok bawah atau maksimal 1 lapis. Supaya menghindari kondisi paking mimpes yang bisa bikin mendem seher jadi makin tipis dan rawan nubruk head.

Gunanya, supaya tidak mudah terjadi detonasi. Karena kompresi yang terhimpit antara dinding head dan dinding piston. Namun sebaliknya, clearances tak boleh lebih dari 1,5mm karena kami menemukan sulitnya meningkatkan performa dari efisiensi thermal pembakaran dari piston yang terlalu jauh dari kubah.

image

Deck clearances yang aman akan memberi garansi keyakinan ketika mesin diajak turing sekalipun. Pemuaian dan sisa kerak pembakaran tak akan terlalu mengganggu performa mesin nantinya.

3. Piston relief, dome, dan gap ring

Bentukan desain piston yang baik haruslah mencerminkan bentuk kubah ruang bakar. Untuk motor harian sebisa mungkin dome piston tidak dipaksakan untuk lebih dari 2mm.

Untuk coakan relief pada piston harus presisi ketika menerima klep pada saat proses TMA overlap. Keamanan coakan klep pada piston bisa diukur dengan clay/malam. Main bebas klep pada saat overlap terhadap kedalaman coakan piston sebaiknya lebih dari 2mm untuk motor korek harian.

image

Gap ring piston yang baik juga mempengaruhi performa. Untuk mesin korek harian yang tidak terlalu menganut kompresi tinggi sebaiknya gap ring kompresi ditata agar tidak lebih dari 0,15mm. Antara dinding liner dan ekor piston pun kudu ada celah kurang lebih 0,3-0,4mm. Jadi ketika menerima hasil kolter, piston harus lancar meluncur dari tmb ke tma dengan gap ring yang relatif rapat.

4. Seting Basah

Tak ayal setingan karburator yang setingkat lebih basah akan memberi reliabilitas lebih pada performa mesin. Mungkin agak sedikit terasa nahan pada awalnya namun ketika mesin mencapai panas optimal, jangan ragukan lagi kehebatannya.

Hasil pembakaran bisa ditengok pada warna busi yang kecoklatan / merah bata dibandingkan harus sama dengan setingan mesin balap yang berwarna putih/abu-abu karena setingan kering.

Pada meja dynotest, mesin untuk harian haruslah di panaskan karena tenaga optimal mungkin baru didapat setelah berkali-kali running. Beda dengan mesin balap drag yang begitu nyala harus siap dipacu dalam kondisi maksimal.

image

Jika set up terlalu kering akibatnya piston bisa lengket di silinder karena overheating. Atau bisa dilihat pada luka piston, jika yang luka pada dinding di sisi klep in maka bisa jadi ruang bakar kekurangan asupan gizi guys…

5. Pir klep istimewa

Fungsi komponen yang satu ini memang sepele, ‘cuma’ mengembalikan klep pada dudukan semula. Tapi, bila sang perklep gagal dan terjadi keterlambatan balik sedangkan piston sudah bergerak naik apalagi rpm tinggi, bruuuk, bukan tak mungkin klep akan berubah jadi keris tubrukan dengan seher. Hehehe…

Makanya bagi penyuka cam dengan lift tinggi tentu akan merasakan nikmatnya tarikan di rpm tinggi. Maka dari itu, pir klep wajib ganti supaya tidak kehabisan main pir klep saat puncak lift dan supaya klep tidak mengambang. Aman jo..

image

6. Pelumas

Selalu perhatikan kapabilitas oli yang kamu gunakan. Karena fungsi oli selain sebagai pelicin antara benda-benda yang bergesekan juga berfungsi sebagai pendingin.

Viskositas oli yang bagus akan membuat daya tahan mesin tinggi meski sering dipacu. Sharing dengan rekan-rekan tentang oli yang mereka pakai. Kalau patokan kami simple, merk apa yang lolos uji di balap akan memiliki kualitas tahan banting di harian. Perhatikan usia pakai oli juga, pada mesin modif mungkin usia pakai oli lebih cepat dibanding rekomendasi pabrikan.

Tetap Sehat!! Tetap Semangat!! Supaya bisa Modifikasi mesin Tiap Hari!

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA
Raya Bypass Juanda no.17
Sidoarjo – Jawa Timur
085645577007
Pin :  53aac505 / 5511f334
Dragswega201@gmail.com
Fb : R.A.T Motorsport Indonesia
Ig : Ratmotorsby


Assallamuallaikum warahmatullah…

drag200

Puji syukur kepada Allah Swt, masih memberikan kami rizky kesehatan, semangat, untuk terus berjuang di lintasan balap Indonesia. Kesempatan-demi kesempatan datang bagi pembelajaran kami dari hasil korek harian murmerceng yang kami jalani ternyata memberi banyak ilmu dan pengalaman berharga dalam seting motor. Keseringan rutinitas kami dalam membangun tunggangan turing berbasis honda gl, megapro, maupun tiger, membuat kami berjodoh dengan bos yang juga menyukai balap. Beliau begitu ingin mendukung kami dalam membangun karya baru untuk turun di kelas paling panas, kelas Sport 4 tak 200 CC.

Rasakan aura ketika motor-motor pacuan di kelas para raja ini menyala, deruman knalpotnya menggema memekakkan telinga, aroma bensol menyerebak di udara sekeliling arena, karburator-karburator paling eksotis tertanam di intake menandakan pasokan udara/bahan bakar yang begitu banyaknya ke dalam silinder, sebut saja minimal Keihin PJ 34mm, Pwk 38mm, TMR, FCR, apa saja ada…

Dengan dana yang turun bertahap dalam pengembangan dan riset, tidak membuat kita patah semangat 🙂 Selama kita bisa balap, kita cukup bahagia… Karena balap bukan hanya tentang mesin kencang, semua tentang kebahagiaan jiwa!

Basic motor yang dipilih adalah Honda GL, dimana harga motor second nya lebih murah dibanding lainnya. Sehingga dana bisa lebih dialokasikan untuk pengembangan mesin. Meskipun banyak PR yang perlu dikerjakan dibanding jika basic diawali dengan mesin Tiger, namun tetap SEMANGAT!!!

Cranksahft stroke up

dimulai dari bawah

– Penguatan crankcase mutlak diperlukan, dengan melakukan shock ulang lubang bearing kruk as, supaya kembali presisi dan mesin tidak terlalu bergetar hebat, bearing kruk as pun diganti dengan milik Honda Tiger merk NTN. Setelah sektor crankcase diperkuat, mulailah pengerjaan Stroke Up dilakukan. Dengan menggeser big end sejauh 6 milimeter, namun kali ini stroke  up yang kita lakukan dengan mengganti lengan ayun piston denga milik kawasaki ninja 150. Alasannya adalah, dengan diameter big end lebih kecil, sisa daging di antara big end dan daun kruk as masih banyak menjadikan kruk as lebih aman tidak mudah melintir. Serta dengan diameter big end lebih kecil, kita bisa menggeser offset pi kruk as ketika serta merta menaikkan langkahnya. Hal ini meniru karakteristik macam honda blade, untuk meminimalisir friksi, katanya begitu… hehehe… orang kita meniru coba-coba. 😀

Geser pin big end :: offset center

bagian terpenting

Program utama modifikasi ada di jalur cylinder block dan cylinder head. Bubungan penampung piston kita ganti milik Honda Tiger, selain terlihat lebih rapi tanpa paking alumunium, blok tiger relatif lebih tebal dalam menahan termal dan friksi dibanding blok standard GL. Pengukuran tinggi deck clearances piston Honda Megapro setelah tertanam dalam silinder dilakukan, dalam hal ini untuk mengejar kompresi tinggi, blok silinder kita papas sebanyak 3 milimeter. Dome piston menjadi setinggi 5 milimeter.

Mendesain dome piston

Kubah cylinder head kita tutup las, sudut klep kita rubah, seating dan bushing klep diperkuat dengan bahan besi hancuran, katup diambil dari kode EE5 entah dari mobil apa, dimodifikasi ulang sedemikian hingga berukuran 33mm untuk inlet, dan 28mm untuk outlet side. Kubah tipe mangkok, tanpa squish, dengan selisih bibir katup ke tepi head 0,5mm hasil dari olah pemapasan cylinder head sebanyak 0,5 milimeter.

Dari hasil modifikasi tersebut terkumpul perbandingan kompresi setinggi 13 : 1. Cukup untuk pembalap pemula kami yang beranjak naik kelas, dan belajar untuk bersiap tanding di kelas FFA. Dari motor bebek yamaha crypton 105 cc, langsung beajar jauh mengkonsep motor sport Honda 🙂 Pasti masih banyak penyesuaian disana-sini.

Porting Head korek harian :: beautiful

Head porting n camshaft

Sektor porting beda dengan motor korek harian, seringkali kalian melihat porting kami begitu indah, kali ini iseng bikin model porting ngawur seperti kupu-kupu , keluar jauh dari pakem standard hehehe… melebar disamping kiri dan kanan jalur bushiing katup, dibawah katup (area mangkuk) memang cukup besar di kisaran 31 milimeter. Namun di ujung intake manifold relatif kecil 27milimeter saja. Permukaan porting inlet sengaja dibuat Super Kasar, dipakai untuk memecah butiran bahan-bakar yang susah berkabut jika memakai karburator tipe mikuni kotak, apalagi venturinya super besar :: 36 milimeter. Hahahahha… Bayangkan saja, graham bell cuma menyarankan karburator venturi 31mm untuk mesin balap 200 cc. Maaf ya pakde graham  , kita murtad … 😀

Porting buang relatif tidak jauh dari standard, hanya kita haluskan saja… Yang penting ketemu dengan ujung leher knalpot tidak bertubrukan hempasan udaranya. Yah, masalah porting memang sedang disimplifikasi, bisa dikembangkan lagi nanti pada saat seting dimana kekurangannya kita tingkatkan ulang. Kalau mau bikin motor balap ya memang harus telaten, ga bisa sekali nyala langsung juara… Sulapan namanya, 🙂

porting head super kasar

Pir katup menggunakan pir klep jepang TK Racing untuk honda tiger pada sisi inlet untuk mempertinggi kompresi dinamis, sementara Pir Klep buang cukup memakai pir klep Honda Tiger standard diganjal ring setebal 0,5 milimeter supaya meringankan putaran mesin , pula untuk membantu dekompresi agar mudah saat penyalaan motor.

Menjaga agar noken as dan valve train tidak mudah aus , pada jalur balik oli di cylinder head dibuntu menggunakan busa dan lem besi. Ini trik biasanya dipakai pada motor turing, 🙂 Dapet ilmu berharga kan kalian. Sayang juga kalau cam udah ketemu kenceng , tiba-tiba aus… oh tidak!!!! 😀

Noken as kita memiliki 3 set untuk dicoba, kondisi terakhir yang dipakai diambil dari basic motor honda tiger, dipapas hingga ukuran pinggang 22 milimeter, durasi 0,15 milimeter masih mengikuti standard bawaan pabrikan, durasi 1 milimeter ke atas yang dilebarkan. Ini dimaksudkan untuk mengejar torsi di putaran bawah-maupun atas tetap berisi. Pembalap lebih nyaman dengan karakter tenaga yang demikian. Ke depan mungkin kita akan coba lagi noken as dengan LSA lebih sempit yang memfokuskan tenaga di putaran menengah ke atas saja, rpm bawah diusahakan dari skill pembalap jika sudah mumpuni.

Pendukung pengapian

Berteman dengan banyak bengkel adalah hal terindah bagi kami, salah satunya dengan bengkel ULTRASPEED  Jakarta, dari hasil ngobrol dan sharing di facebook maupun bbm ( cieh… gaul kan kita hahaha ) dia menawarkan produk baru yang mungkin bisa membantu riset. Salah satunya coil PROTEC CARSPEED Edition, kemudian kita disarankan membuka link KOIL PROTEC  yang berisi video pertempuran antara koil protec melawan koil yamaha yz250! Ajib!!!

protec carspeed edition

Setelah melihat, tak banyak bicara langsung kita order koil tersebut. Untuk hasil maksimal memang diperlukan mengatur ulang timing pengapian, oleh karenanya pick up magnit kita perpanjang hingga total 20 milimeter, dipadu timing pengapian CDI AC Honda Grand merk Varro buatan Junior Motorsport. Hasilnya putaran atas lebih mampu teriak, dibanding perpaduan sebelumnya dengan koil Yz.

4 Sehat 5 Sempurna

Bagian termahal dari seluruh rangkaian mesin drag di kelas sport 4 tak 200 cc ini adalah pembelanjaan karburator. Kami memilih karburator tipe Mikuni TM 36 milimeter, untuk mendapatkan sokongan akselerasi lebih sadis dan lontaran motor di trek pendek lebih cepat, dan dirasa skep flat lebih cocok untuk karakter tersebut. Sedangkan venturi 36milimeter memang disediakan untuk menyuplai tenaga hingga lebih dari 14,000 RPM.

race result, timer lebih baik, posisi justru melorot, racing itu kejam

Knalpot riset, mungkin sudah 3 , 4 kali berubah, baik desain muffler, leher primary pipe, hingga model secondary pipe. Untungnya ada cak Sahek yang selalu mendukung riset kami, dengan bengkel knalpot sederhana miliknya di daerah Sedati sidoarjo, kami terus berkonsultasi untuk menciptakan knalpot terbaik. Jadilah leher knalpot diambil dari megapro imitasi, sedangkan secondary pipe didesain seperti model knalpot Ahau untuk jupiter z, muffler sebesar 40 milimeter digamit untuk melepas total gas buang!

Hufff…. Masih banyak kekurangan, dan masih banyak angan-angan untuk mencoba riset riset lain 🙂 Semoga seiring berjalan waktu kami dapat terus menyempurnakan apa yang ada…

Sementara ini waktu terbaik yang dapat ditempuh di jarak 201 meter masih dikisaran 8,299 second, namun saat event pembalap masih belum optimal hingga torehan waktu masih bersandar di 8,42 second. Apalagi mesin sebelum event di kenjeran sempat mengalami trouble yang menyebabkan kruk as patah, dan dirakit ulang untuk mengejar event. Hasil memang belum maksimal, sementara sang pembalap maestro rico bochel, mengendarai GL milik mas Chimenk dari Sidoarjo juga yang sering berlatih bersama di Juanda sudah menggapai 7,899 second dengan pacuannya di kelas yang sama. Excelent! Meski masih kalah, harus tetap teguh 🙂 Semoga bos besar tidak henti mendukung kami…

Tetap Sehat ! Tetap Semangat! Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Alamat : Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 264aca8d

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

insta : ratmotorsby