Posts Tagged ‘noken as racing fu’


Alhamdulllah, 

Sebenarnya disinilah awal perjumpaan antara RAT dengan mr.Ihsan, entah bagaimana beliau yang jauh di bandung dan kami di Sidoarjo bertemu? Lewat BBM seingat kami, dan awal nya malah saya sebut mr.I orang “gila” wkwkw … 

Hobby keren Modif tiger rekonstruksi ulang DOHC dengan block dan head fu yang sudah nembus 28dk masih ingin ekserimen lagi, apa ga gila, coba?! ckckck… besok kalau udah nikah semoga menteri keuangan ga rewel ya bos ku 😄😄😄 amiiin….

THE POWER HEAD BY RAT MOTORS

Setelah sharing-sharing , tak lama mr.I order power head big valve Fu ala RAT. Tadinya ngeyel pengen batang 5mm supaya kuat, kalau saya bilang justru bikin mekanikal kerja mesin berat. Mending batang klep 4,5mm udah ga nyalahin kodrat Fu. Kalau bisa malah batang klep cbr 4mm, keren hihihi, angel tapi carinya. Maka biar murmerceng, klep dipilih dari bahan klx250 maupun dari bajaj pulsar230 yang ringan dan kuat. Sebenernya waktunya topi klep make titanium nih… 😇

Tips meminimalisir gesekan akan lebih terasa,misal, di head tiger konvensional yang stem 5,5mm dirubah jadi 4,5mm kerasa banget sitimewa eh istimewaa 😆 Kalau masalah keamanan selama klep ga nabrak piston ya pasti aman di rpm tinggi. Trus kalau mau lebih kuat klep nya suruh minum jamu hihihi… kabur… 😄😄😄

Lagi lagi ga pede ketika disodorkan konfigurasi klep 25/22, sedangkan pada head sebelumnya sudah aplikasi klep thunder yang ber diameter 25,5 / 22,5 tapi batangnya 5mm 😩😨😧 nanti kalau sudah tahu rasanya baru percaya… hihihi

Porting special request, hi-velocity type ala swega Rat sidoarjo mintanya… wkkwk la kalau ala motoman ya kirim ke amrik sana bos ku. Peningkatan kecepatan dalam porting no.1 dipengaruhi apa kawan? Desain klep dan valve seat. Kedua, desain ruang bakar nya. Ketiga, baru ngomongin porting di bowl area. Setelah semua halangan utama disikat dan arah aliran udara diperbaiki , baru terakhir cek ukuran.

 Dan hebatnya ketika semua arah itu benar, biasanya ukuran tidak jauh dari yang diharapkan. Karena lebih penting arah aliran udara ketimbang ukuran, dan mr.I tentu sudah banyak makan garam tentang hal itu. Untungnya ga jadi asin kebanyakan makan garam kwkwkwk

Head ini rencana dipadukan dengan cam special custom made by warkop performance yang sudah dimodif pake bearing bambu supaya makin enteng kitiran rpm nya. Ditambah pir klep FXR sebagai pengikat katup , pastinya makin mantap menyelaraskan kurva tenaga di setiap Rpm. 

Silinder di bore up lagi make piston Eliminator oversize 3.00mm. Cuma liner langsung diganti bahan diesel antisipasi heat transfer dari ruang bakar. Lantas oil cooler milik VIAR dipasang supaya pendinginan sempurna karena milik viar lebih besar. Bikin hati ikut adem ayem.

Sementara kontruksi kruk as tetap pakai honda CRF. Hanya saja bearing kruk as sudah diganti NTN japan kode hi-speed. Disini adalah pembelajaran efisiensi mekanis mampu mengurangi Engine loss power. Karena sejatinya ada tenaga yang hilang beriring dengan gesekan piston maupun ring, termasuk pula bearing disekitar kruk as disetiap putaran mesin.

Penyempurnaan juga dilakukan pada pensupplay udara dan bahan bakar, karburator diganti UMA 34mm kombinasi spuyer 38/128 pas dipadu padan dengan filter udara UMA juga tapi warna Pink. Imoet banget gitu lohh… cocok untuk sang putri 🙂 eh putrinya kan sadis ya, kok aksesorisnya imut. Tapi ya lumayan e ini filter udaranya 700rebon mbokkk… demi volumetric efficiency.

Untuk menyalurkan daya supaya tidak sia-sia, primary draft gear dirubah menjadi 1 mata lebih berat. Pula, close rasio set spec tiger turing disematkan. Jadi tenaga tidak ada yang terbuang sia-sia. Yang terbuang mending di sampah… 😷😰 apaa cobaaa … 

Knalpot akhirnya nurut saran tubagus denmas swega RAT, diganti freeflow, karena silincer itu menjadi kuncian anrara pengatur tenaga dan suara. Merk CLD dipakai untuk mengawal keseharian Eleanor di jalan. 

BLARRRR…!!! Raungan mesin tiger diatas dynobench kini sudah mencapai 35dk dan torque 26nm. Nah kalau diatas dyno angka torsimu lebih besar dari kapasitas silinder dibagi 10, maka sudah nilai 8 bro rapornta. Lha ini 240cc kudunya dapet 24nm, eh la kok malah jadi 26nm,  kuat banget ya torque nya. Buat tanjakan kuat, buat di trek lurus kaya syaitooonnn…

So call me, Honda Tiger Eleanor… tanpa cinta tak akan terwujud sebuah cita-cita besar. Sudah cukup sampai disini? Hehe… tentu tidak, mengalahkan ninja korekan menjadi sasaran berikutnya.

Iklan

image

 

12642802_1663730287227788_8357803446627616367_n.jpg

Alhamdulillah ,

RAT – Penampilan perdana FU SIDOARJO milik sayekti racing yang kami bantu pembuatannya membawa berkah tersendiri , meski belum mampu menduduki podium tertinggi – namun menyabet trophy no 3 , 4, dan 5 sekaligus adalah pemandangan langka bagi anak anak desa sidoarjo ini.

image

image

image

Dipunggawai oleh mas yoko RAT , sang maestro yang biasanya bikin motor gestrek klx dan korek harian fu ini, menjadi tangan kanan dalam membangun fu 200cc ini. Komposisi mesin pun dipikirkan matang bersama. Pilihan stroke standar dengan stang tiger, menjadikan komposisi rod to stroke ratio 2.15 , cocok untuk tipikal motor rpm tinggi.

Untuk mendapatkan kapasitas maksimum, maka piston kawahara forged berdiameter 72mm ditanamkan ke dalam dapur pacu. Dome diatur setinggi 3mm bertugas memampatkan ruang bakar hingga perbandingan 15 : 1 dan disegarkan oleh guyuran bensol.

image

Udara dan bahan bakar dipacu berawal dari karburator PWK airstrike sudco USA dengan venturi 35mm. Jalur porting digeser dan dilebarkan super exrtreme , dan dilandaikan. Katup pun tak tanggung digeser derajatnya dan dilebarkan hingga 27mm in dan 23mm ex. Kubah dibuka hingga diameter 59mm biar flow bisa sangat maksimal deras , untuk 1lt bensol mesin ini hanya kuat 4x runing sebelum kehabisan isi bahan bakar di tangki hehehe… kejaaammm… itupun warna busi masih coklat terang, ngga hitam… kurang putih sih ^ω^

Porting head dibantu siswa modifikasi untuk mendesain, dibentuk OVAL seperti poring bokong kapan hari, cuma ini lebih ekstrem dengan floor port yang sangat landai hingga porting jebol dan ditambal disana-sini. Tujuannya cuma satu, efisiensi volumetrik di putaran atas!! Data porting bisa dilihat dari catatan foto dibawah ini

image

Lentikan busi iridium di pacu koil suzuki rm yang di otaki oleh CDI BRT super imax. Program pengapian tertinggi ada di 43 derajat pada 12000 rpm, dan limiter 15,000rpm. Dan pebalap masih sering nyentuh limit di antara gigi 1 ke 2 , padahal rpm sudah dijaga oleh pir klep Daytona extra 30%. Pun noken as tidak terlalu extreme, data noken as bisa dilihat di foto dibawah ini

image

 

Close ratio mengandalkan racikan mas yoko sendiri yang juga sudah dicoba untuk modifikasi matic dengan rangkaian hitungan 15/31 – 18/26 – 20/24 – 22/23 – 22/21 – 23/20.  Dan dipacu final gir 13/40 sementara masih membukukan rekor waktu pribadi 7,3 di GDS dan timer event 7,4 sec oleh Kiki Codet. Dan mas yoko pun masih terus mengembangkan dan membenahi mekanikal mesin yang kurang setelah mendapat input dari para pembalap.

image

Masih banyak kesempatan menjelang, masih banyak waktu untuk riset dan maju bersama. Kami siap membantu riset anda, apapun itu … . . asalkan kita bertujuan sama. Karena berjuang bersama akan lebih mudah ^_^

 

 

 

12644888_178574185841451_6018685132478216005_n.jpg

Tetap sehat! Tetap semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari.

Special thanks untuk semua pelanggan yang sudah modifikasi fu nya di bengkel kami, riset bersama kita sangat berarti 🙏🙏

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Alamat : Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

Bbm pin :  5292A36B

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

Insta : ratmotorsby

Posted from WordPress for Android

 


Alhamdulillah,

fu adit

Bersyukur selalu diperbanyak tali silaturahmi dengan orang-orang baik.

Adalah Mr.A kini menjadi seperti saudara dengan salah satu asisten ahli kami, begitu akrab karena motornya udah sukses di ledak kan menjadi 36dk. Tidak main-main dana yang di alokasikan, pula keseriusan  dan tanggung jawab kami dalam tuning. Karena amanahnya adalah supaya modifikasi nya ini menjadi berkah dan ilmu nya bisa ditularkan, siapa tahu bisa dikembangkan lagi oleh teman-teman diluar sana ^_^ Karena kami akan dengan senang hati membantu riset kalian…

Selalu andalan kami adalah memulai dari penguatan bak tengah alias area cranckase. Dengan membelah total, re-build dilakukan dengan menggeser big-end ke atas, alias melakukan stroke up. Big end FU yang ber diameter 30mm dilengserkan dengan big end stang yamaha RX-KING yang berdiameter 28mm. Dengan titik pusat  yang lebih kecil dan lebih menepi, berbanding dengan daun kruk as besar- menurut teorinya hal ini akan menghasilkan daya puntir lebih besar menghasilkan torsi. Langkah naik turun piston kini diperpanjang menjadi 55 milimeter. Panjang stang fu 102,5 mm, sedangn rxking 100mm, selisih 2mm menurut kalkulasi kami masih sangat aman. Karena perbandingan ROD TO STROKE ratio masih di angka 1,8 : 1 , itu artinya mungkin kita akan kehilangan sedikit kemampuan mengail RPM tinggi, namun yakin akan torsi yang melimpah di putaran bawah dan menengah. Tapi kalau dipikir-pikir jupiter z balap saja masih di angka 1,7 dan bisa mengail RPM hingga 15,000 RPM dengan aman, apalagi cuma motor harian yang bekerja dibawah 13,000 RPM. Hehehe… Lha itu mekanik suzuki juga agak lebai bikin perbandingan panjang stang dengan stroke nya.

fu,,jpg

Langkah selanjutnya yang dilakukan mbah Barjo adalah BORE UP!! Yeeeaaa… Bore up adalah favorit kami dalam modifikasi. Naik motor belum kerasa enjoy kalau enggak di bore up. Tak mau tanggung, set piston LHK Thailand diboyong ke dalam silinder hingga membengkak 10 milimeter dari diameter standardnya. Setelah dihitung, kapasitas mesin terbaru 225cc. Modal torque 23 n.m , paling tidak perkiraan kami bisa menghasilkan tenaga maksimum 32 dk nantinya 🙂 Piston LHK ini dipilih supaya lebih awet untuk harian, untuk balap aja awet apalagi cuma dipakai jalan-jalan di macet kota 😀 Lagipula top piston lebih rendah dari standar sehingga tampak luar tetap standard. Manis !

Kepala Cylinder langsung dirubah konfigurasi nya menjadii katup 27/ 23 , Bahan dipilih dari katup BAJAJ PULSAR 220 cc. Kapasitas mesin sama, jadi dijamin ke awetan nya 😀 Dengan batang stem 4,5mm , membuat aliran udara dan bahan bakar melalui lubang porting lebih lega tidak terhalang batang klep yang besar. Ditimbang dari sisi mekanikal, klep bajaj pulsar ini sangat istimewa, selain kuat juga ringan, sehingga tidak diperlukan pir klep yang keras. Maka pir klep FXR made in Japan dijadikan andalan mengembalikan payung klep pada kedudukannya.

barjo lagi porting

Porting oleh mbah barjo dihajar habis, utamanya pada lubang buang yang dilebarkan. Ini seperti prinsip super kips pengennya , biar sisa bahan bakar terbuang habis – bis – bis – bos –  bus – bes – bas 😀 Lubang intake dibuat selebar 31 mm bulat , digamit manifold koso, sedangkan bowl area dibuat 90 % diameter klep. Tidak lupa punggung klep terkena modifikasi, istilah teknis kerennya adalah : BACK CUT! Alias Dibubut Belakangnya.

Noken as ditambal las , kemudian di profil ulang oleh pak Indra dan ditata pada bukaan 50-27 untuk klep intake. Sedangkan durasi exhaust sengaja dibuat lebih besar dari intake, memiliki phase 52-29. Pada saat proses Overlaping diukur klep intake terangkat setinggi 2,7 mm, sedangkan overlaping exhaust 2,9 mm, lho exos nya lebih tinggi. Belum berakhir Puncak Lift exos nya dibuat lebih tinggi – Lift Ex 8,4 mm, sedangkan Lift In 8,1mm. Intinya kita lagi tergila-gila riset pembuangan gara-gara Ninja. Wkwkwkw…. Belum lagi Sisa ledakan dikawal oleh Knalpot WRX stainless spesial dari jepang sehingga jelas lebih PLONG dan lebih tahan panas mesin bore up.

setup

Tidak lupa kompresi tetap diwajibkan ditekan pada angka 12 : 1 , supaya tetap bisa dimakan pertamax. Takut kurang padat?! Karburator kami pasang PWK AIRSTRIKER ber venturi 35 mm SUDCO USA. Kombinasi jetting yang disempurnakan diatas mesin DYNOTEST, ketemu ukuran PJ 52, MJ 125. Tidak lupa kombinasi Jarum kita ambil dari karburator PJ 34 untuk menstabilkan sinyal karburator. Menanggapi pasokan bahan bakar yang melimpah CDI REXTOR PRODRAG di komando membakar pasokan bahan-bakar pada 39 derajat sebelum TMA. Mengapa begitu tinggi ? Karena durasi noken as relatif besar, serta perbandingan kompresi rendah, kami membutuhkan pemajuan pengapian untuk meningkatkan torsi. Selain berfungsi meningkatnya torsi – memajukan timing pengapian mempercepat pula akselerasi putaran mesin. Kalau RPM mesin nggak terbuka habis, maka percuma saja karkter seperti ini tidak disukai oleh pebalap kami, Sona Yanmar, yang dititah kan sebagai test driver.

Sebenernya ga beda jauh dari FU yang 32 dk, cuma tambahan ekstra 4dk ini dari barang-barang yang lebih baik kualitasnya, sehingga lebih memudahkan mekanik menghasilkan tenaga lebih besar. Dibawa ke Kenjeran surabaya , dalam beberapa kali seting ketemu waktu terbaik 8,2  detik. Kenapa timer nya belum maksimal?  Karena motornya lebih banyak terbang di udara dari pada melekat lurus ke aspal wakakkaa… kasian kena rasio standard, pebalapnya sulit mengontrol tenaga dan hentakan kampas suzuki RGR dan pir kopling racing bee. Dipasang NOS aja lah sekalian bos Hahaha… Tapi apapun…

Pelanggan juga bisa belajar porting sendiri motornya lho... :D

Pelanggan juga bisa belajar porting sendiri motornya lho… 😀

TETAP SEHAT ! TETAP SEMANGAT! JALIN PERSAUDARAAN DALAM MODIFIKASI ^_^

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 5511f334 / 5afc92ee

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

insta : ratmotorsby 

 


Alhamdulillah,

image

image

Dengan adanya flowbench dan dynotest engine menjadikan sistem belajar engineer dan para siswa kursus modifikasi di RAT lebih mudah dalam memahami materi. Utamanya dalam sumber-sumber peningkatan tenaga. Sebagaimana ada tiga pilar utama peningkatan tenaga, yaitu menaikkan kompresi, pengapian dan pasokan bahan bakar.
image

image

Dan suzuki satria fu ini menjadi karya praktikum yang indah. Setelah sebelumnya mencetak fu standar porting 22dk, kini materi berlanjut pada bore up. Menaikkan kapasitas mesin dengan penggantian piston lebih besar pun ngga asal comot seperti beli bakso hehehe… Torak milik cbr150 os 3.00 dipilih , karena dengan diameter yang sama bobot pistonnya lebih ringan 40gr dibanding piston hi speed sekalipun. Lumayan untuk meringankan akselerasi rpm, apalagi ditambah body piston yang slim, minim gesekan dengan liner… ini namanya teori efisiensi mekanis.
image

Namun piston cbr tak serta merta bisa langsung dipasang. Connecting rod harus diganti milik tiger supaya pin piston 15mm bisa pas masuk. Keuntungannya setang tiger selain lebih panjang yang bikin anteng di rpm tinggi pula bisa dibuat lebih ringan. Panjang stang tiger membuat piston cbr saat tma masih bisa dibuat dome. Memadatkan ruang bakar pentroof yang kompak menjadi kompresi12:1. Minumnya jangan oplosan ya bro, bikin koit, yang murni pertamax aja hehehe…
image

image

Dari data diameter piston, kita bisa dapatkan informasi ukuran klep yang harus dipakai. Tinggal masukkan rumus klep in = 0,36 × diameter piston. Ketemu deh data klep in kudu make 24mm. Sedangkan klep ex seperti biasa 85 % klep in, jadinya 21mm. Bahan klep memakai bajajnium yang murah meriah kencang hihi… Setelah data klep ter urai, tinggal bikin porting. Rumusnya masih sama kaya artikel maniak motor sebelumnya itu lho…
image

Cam dipatok tak jauh dari standarnya, durasi in 229 derajat dengan ritme buka 9 dan menutup 40 derajat setelah tmb dengan lift 8,05mm. Sedangkan durasi ex dipatok 232 derajat, phasing close ex open 41 close 11 serta lift cam 7,88mm. Durasi in kecil lift tinggi serta ex lebar lift rendah membuat karakter rpm nya tetap tinggi. Bahkan meski overlap nya cuma dibawah 2mm tenaga atas nya ngisi terus hingga 13,000 rpm.

Mengimbangi gasingan rpm menggila, Pir klep mengandalkan fxr punya. Peningkatan pasokan bahan bakar lebih sempurna dipacu oleh karbu pwk KTC 28mm yang direamer ulang menjadi 30,5mm serta penggantian nozzle 30 lubang sehingga bisa lebih kering di ruang bakar. Pilot jet 48 dan main jet 110 didaulat mengawal pengapian BRT yang meledakkan bahan bakar 39 derajat sebelum TMA di ruang bakar.
image

Hasil modifikasi ini nampaknya mampu menyemburkan tenaga melalui knalpot custom by RAT dengan leher type C yang lagi ngetrend itu. Karena dicoba jalan motornya sudah lompat-lompat terus maka kita naikkan pada meja dyno. Video bisa cek di instagram atau fesbuk kita hehehe…

Output 29,3 Dk / 19,8 Nm adalah hasil ujian yang luar biasa bagi sang siswa. Dengan power segini mau pake jjs oke, turing oke, cornering oke, mau drag malam minggu juga sippp…
image

Apapun itu, tetap sehat tetap semangat biar bisa modifikasi tiap hari.

image

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA
Raya Bypass Juanda no.17
Sidoarjo – Jawa Timur
085645577007
Pin :5f88f965 / 53aac505
Dragswega201@gmail.com
Fb : R.A.T Motorsport Indonesia
Ig : Ratmotorsby


Alhamdulillah,

seting fu diatas meja dyno

seting fu diatas meja dyno

Puji syukur telah dijodohkan kami oleh Allah SWT dengan Mr.B , seorang mahasiswa fakultas teknologi STIKOM untuk riset suzuki satria FU nol paking gaya baru. Bukan main stroke up dan stang pendek, tapi dengan stang panjang dan piston tipis tapi langkah tetap mengandalkan gerak piston dari TMA ke TMB standar pabrikan suzuki. Kali ini memainkan teorema ilmu POWER by RPM favorit salah satu guru kami mr. mosyik priyonggo, bukan dari kompresi dan torsi lagi.  Dan pemilihan part berikut akan membuktikan ke empirikan dari sebuah perhitungan diatas kertas 😀 Dan berikut adalah cuplikan sebagian yang kita pelajari, sebagaimana nasehat “Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)”

asisten spesialis ukur kompresi ehehehe

asisten spesialis ukur kompresi ehehehe

Connecting rod milik honda Tiger yang lebih panjang dari standar FU di daulat untuk mengikat piston honda CBR 150 yang bantet ke daun kruk as. Kenapa Honda CBR, karena piston ini memiliki berat massa lebih ringan dibanding standard fu, tipis, pendek, serta pin piston nya 15mm dibanding piston fu yang berdiameter pin 16mm dan piston tebal. Pada bagian big end stang tiger perlu dibubut 0.5mm di sisi kanan-kiri agar lebar daun kruk as balik seperti ukuran standard jepang ketika semua terpasang kembali. Karena prinsipnya main RPM, maka sebisa mungkin benda-benda yang berputar harus memiliki massa ringan. Kalau perlu yang naik motornya juga diet biar ringan hahahha…

mengecek deck height

mengecek deck height

Pengennya sih kaya moto GP – bisa melengking di RPM tinggi , ngga cuma mendesah basah wkwkwk… Itu bisa terjadi bila panjang stang/ stroke rasio mendukung mesin bernafas di rpm tinggi. Desain piston yang memiliki gesekan minim ke dinding liner sehingga pemakaian part awet. Sparepart ringan untuk mereduksi berat momen inersia. Kita sih kurang paham banyak tentang moto GP, tapi kagum jika membaca-baca perkembangan teknologinya hihihi.. GO MARQUEZ!!! Halah…

Conrod tiger dengan panjang 105 mm berbanding stroke FU 48.8 mm ketemu 2.15 : 1 , bila dibandingkan standardnya yang 102.5mm atau rod/stroke ratio 2.1 : 1 kelihatannya cuma selisih dikit tapi nanti dilihat efeknya di peak power ^_^.  Bila sebelumnya kita juga pernah modifikasi FU 166cc dengan power 22dk di 10,000 rpm, bisa dilihat di artikel Korek Harian FU 166cc.  Top puncak piston cbr perlu dibubut dimodif jenong +- 1 mm serta dibentuk ulang relief nya agar ketemu deck height yang aman untuk harian.

Porting area seating klep

Porting area seating klep

Area porting kita hanya fokus pada bowl area, dibawah seating ini kita buat selebar 22mm inlet dan 19mm out. Arah porting juga ada tips nih , didapat dari M.Yusron – bengkel Alifka , caranya korban aja salah satu klep untuk dipotong batangnya dan dimasukkan ke dalam bushing klep , sehingga lebar radius porting di sekitaran bosh klep seragam dan arahnya sesuai flow derajat sudut klep. Kali ini semoga dengan kapasitas mesin yang hanya 155cc tenaganya mendekati yang bore up, dengan mengandalkan puncak RPM lebih tinggi.

image

Hasilnya, Alhamdulillah meski berbekal kompresi 11,2 : 1 dan  torsi mesin tidak sampai 14n/m tapi tenaganya bisa melonjak hingga 21dk di 12,000 rpm.  Hal ini bisa terjadi meski durasi noken as tergolong kecil, hanya bermain di durasi 230 derajat dengan lsa 103. Ruang bakar cukup di suplai oleh karburator pe28 mm keihin, dengan jetting pj 60 , mj 128 serta percikan busi di nyalakan oleh cdi BRT di 39 derajat sebelum TMA. Cara setting pengapian ini bisa dipelajari dari tips yang saya beri di maniak motor , bisa klik disini.   Ayo- semangat belajar!! Bandingkan dengan bebek-bebek lain yang modif 150cc mungkin hanya dikisaran 13 – 17dk.

hasil dyno peak @12000 rpm

hasil dyno peak @12000 rpm

dial mesin fu

semua asisten rat harus bisa dial cam

Istimewanya peak power mesin ini kuat digeber hingga 13,000 rpm lebih 😀 Coba bayangkan bila karburator diganti PJ 34mm, torsi dan tenaga bertambah jadi 24dk secara instan. Belum bila kompresi dinaikkan dan porting dibesarkan lagi dan limiter dibuka sampai 15,000 rpm, karena dengan stroke standard mesin fu sebenarnya kuat digeber hingga segitu- karena piston speed nya pun masih di 4800 fpm. Kalau pengen ngitung bisa buka link berikut .Jadi ngiler kalo dibuat mesin 155cc tune up.  Hmmm…. Apapun itu , yang penting…

Tuner cantik RAT Motorsport hehehe

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT!! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!!!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Bengkel Tuning bersahabat ^_^

Alamat : Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 5292a36b  / 5afc92ee