Posts Tagged ‘modifikasi mesin injeksi’


STAND ALONE ECU VS PIGGYBACK

image

Bukan karena gaya judulnya ditulis pake bahasa inggris, soalnya kalo diartikan ke indonesia jadi lucu, berdiri sendiri ecu melawan kantong babi, apaan sih. Wkwkwkw… Mending kalo batman vs superman diartikan juga masih masuk, uda nonton belum sama yayankmu? Jomblo yaa wkwkw… Kembali, Ecu & piggyback adalah alat elektronik pada kendaraanmu yang berteknologi injeksi sebagai otak pengatur kinerja mesin berdasarkan masukan banyak sensor yang ada.

Ketika kamu sudah main korek mesin buat naikin tenaga, akan tiba saatnya kamu butuh menseting komputer motor supaya cocok dengan ubahan mu. Ada yang cukup senang dengan ecu bawaan motor dan menyeting co saja, sayangnya ngga semua ecu bisa diseting co oleh dealer pabrikan. Lantas apa perlu dibajak dan di remaping? Pada modifikasi mobil hal ini seringkali dilakukan dulu, tapi ke motor, banyak pilihan bagi kita untuk menginstal fuel adjuster, piggyback, hingga mengganti ke programable ECU. Apa sih tujuannya? Lalu saya kudu pilih yang mana?

image

Stand Alone ECU’s

Adalah ecu performa tinggi yang menggantikan keberadaan Ecu standard pabrikan dan mampu melakukan semua yang dilakukan ecu standar ditambah bisa kamu seting sendiri. Kemampuan membuka limiter rpm mesin, mengatur debit semprotan bahan bakar, mengatur kurva pengapian adalah kemampuan tuning dasar yang dicari. Fitur tambahan extra banyak ditawarkan oleh pabrikan ecu performa tinggi yang bisa kamu cocok kan dengan kebutuhanmu, seperti data logger, quickshifter, pengaturan debit extra injektor maupun kemampuan mengontrol semprotan Nos maupun boost Turbo. Jadi bisa keren kan modifikasi motormu hehehe..

image

Kenapa di balap ini sangat dibutuhkan : Utamanya karena parameter ecu bisa kita modifikasi jadi tuner bisa leluasa menambah, mengontrol dan merubah susuai kehendak akan situasi yang ada.

Kedua, parameter yang lebih rumit dan teliti akan lebih disukai sehingga setingan benar benar bisa disesuaikan terhadap modifikasi yang kamu lakukan. Karena tiap mesin tentu akan berbeda meski dilakukan ubahan yang sama. Kemampuan untuk secara spesifik menyeting motormu adalah nilai lebih dan mahal.

image

Terakhir, tak ada batasan lagi untuk modifikasi yang kamu lakukan, karena kamu bisa menambahkan apapun dan terus mencari tenaga tanpa batas karena kamu bisa menyesuaikan ulang (re tune) setingan ecu mu lagi.

Lalu apa kekurangannya? Memakan waktu untuk set up, karena detil parameter setingan berarti butuh kejelian dan ketelitian mekanik untuk kesempurnaan seting baik uji coba di track maupun dynotuning , tak cuma mengandalkan base map. Oleh karenanya jasa set up ecu yang serius tentu akan ada harganya serta copy set up ecu motor lain, atau tim lain menjadi rahasia mahal, bukan lagi di noken as , head atau mekanikal parts lagi.

image

Piggyback ECU

Ada yang pengen praktis tanpa perlu takut tentang kontrol mesin lain akan jadi berjalan tidak normal, mereka akan memasang piggyback. Yaitu, sebuah komputer ekstra yang terpasang bekerja selaras ecu standar bawaan motor.

image

Prinsip dasar kerjanya, Menghadang sinyal dari sensor sebelum ke ecu dan memodifikasi sinyal itu sehingga ecu akan tertipu dan bekerja sesuai yang kamu mau. Contoh, jika kamu pengen ecu nambah semprotan bahan bakar, kamu akan mencegat sinyal dari kabel o2 sensor dan memodifikasi sehingga ecu berpikir mesin sedang keiritan sehingga ecu akan menambah bensin. Metode lain adalah membajak Maf sensor dan bilang ke ecu ada banyak udara masuk ke mesin dan lagi ecu akan mengimbangi masuknya udara dengan penambahan bahan bakar.

image

Keunggulan piggyback adalah lebih mudah dipasang dan diseting, serta pasti harganya murah. Tanpa harus khawatir akan sensor check engine menyala karena tidak cocokan sensor dengan input parameter ecu.

Namun tentu saja kemampuannya dalam mengahsilkan tenaga dan performa tinggi akan kalah dengan stand alone ecu. Karena akan ada banyak batasan ruang yang bisa untuk dimodifikasi, karena ia tidak berkehendak sendiri masih ada parameter batasan ecu standar sejauh mana bisa kamu tipu.

Karena kamu main tipu-tipu sensor maka, mau tidak mau kamu harus potong – sambung kabel bawaan pabrik, dibanding ecu yang plug n play. Jadi mana yang kamu pilih? Itu adalah pertanyaan bagi kantong kita heheh

Kamu perlu menengok tujuanmu, ada ngga stand alone ecu plug n play tersedia buat motormu, anggaranmu, dan seberapa banyak power yang ingin kamu dapat, masih perlu ga kamu menjaga emisi gas buang… terakhir, jangan lupa have fun hehehe..

image

Iklan