Posts Tagged ‘knalpot’


RAHASIA KNALPOT RACING

knalpot wrx

Ketika timing camshaft dan periode overlapping meningkat maka kebutuhan akan dimensi leher knalpot yang lebih spesifik menjadi suatu kebutuhan. Cam durasi tinggi akan menyebabkan beberapa hal yang tidak diharapkan pada RPM tertentu, dan desain knalpot bagus akan meminimalisir masalah ini. Kita tentu menginginkan exhaust bekerja harmonis dengan noken as, terutama pada kecepatan mesin tinggi, untuk memaksimalkan pelepasan gas buang dari silinder.

Berarti bukan hanya kita harus menghubungkan bibir knalpot memiliki sudut yang pas terhadap porting exhaust, tetapi juga kita harus pandai menentukan diameter dan panjang dengan pas. Tentu saja tempat terbaik untuk melakukan eksperimentasi ini adalah dengan menaikkan motor pada mesin Dynotest. Bagaimanapun juga, ada kemungkinan untuk menghasilkan knalpot sesuai harapan kita jika kita memahami prinsip ‘exhaust tuning’ dan aturan-aturan dasar tentang knalpot ber-performa tinggi.

Ukuran diameter pipa akan membantu kecepatan gas buang melalui knalpot. Diameter pipa yang besar, relative terhadap ukuran silinder, akan menurunkan gas velocity. Karena sebuah mesin akan menciptakan pincak torsi pada kecepatan gas sekitar 75 meter/second maka header pipa knalpot akan mempengaruhi pada RPM berapa puncak torsi akan berada. Jadi pipa knalpot yang lebih besar akan menggeser puncak torsi yang diproduksi mendekati limiter.

oval wrx

Merubah panjang knalpot akan membantu meningkatkan kurva tenaga mesin di sekitar titik torsi maksimum. Menambah panjang pipa knalpot akan meningkatkan area RPM bawah ke- tengah, dan tenaga puncak pada RPM maximum akan terkuras. Pipa yang pendek akan member high-speed power, dengan kompensasi mengurangi tenaga menengah.

Dengan beberapa faktor ini didalam pikiran kita, maka akan menjadi awal penting sebelum memasuki perhitungan. Berikut adalah rumus untuk menentukan panjang pipa knalpot :

L = ( 850 x ET ) / MAX RPM – 3

L = panjang pipa knalpot yang akan dibuat
ET = Exhaust Timing, kapan klep buang mulai membuka sebelum TMB
MAX RPM = RPM yang dimau untuk mendapatkan puncak tenaga
Contoh :
Jupiter balap 130cc saya timing exhaust mulai membuka 90 derajat sebelum TMB , maka perhitungannya adalah :

L = ( 850 x ET ) / MAX RPM – 3

L = ( 850 x 270 ) / 13,000 – 3

L = 14.6 inches = 372mm alias sekitaran 37 centimeter

Kemudian kita akan mementukan diameter dalam leher pipa knalpot yang dibutuhkan dengan rumusannya adalah =

D = sqrt ( CC / ((L + 3) x 25) ) x 2.1

D adalah diameter pipa yang diinginkan
CC adalah kapasitas silinder
L adalah panjang knalpot
Maka diameter pipa knalpot untuk Jupiter saya adalah :
D = sqrt ( 130 / ((14.6 + 3 ) x 25) ) x 2.1

D = 1,141 inches

D = 28 mm

knlapot RAT

knlapot RAT

Gampang toh… Sekarang saatnya pergi ke tukang knalpot dan pesan knalpot kamu, kalo ngga mau ribet ya tinggal pakai saja knalpot paten macam WRX yang sudah race proven bisa lihat-lihat di sini model-model knalpotnya, atau knalpot customize by RAT! Pesanan knalpot kamu akan dibuatkan special hehehe… Enak lagi kalo sama noken as nya sekalian ^_^

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA
Raya Bypass Juanda no.17
Sidoarjo – Jawa Timur
085645577007
Pin : 264aca8d / 2768b1d5
Dragswega201@gmail.com
Fb : R.A.T Motorsport Indonesia
Ig : Ratmotorsby

Iklan

Alhamdulillah,

yang penting happy

Ditengah ramai nya order kiriman mesin maupun kerjaan modif motor menumpuk di bengkel, kita masih diberi kesempata bersilaturahmi kembali dan berbagi ilmu. Setelah cobaan yang mengganggu konsentrasi, ketika putri tersayang yang masih berusia bulanan jatuh sakit terkena flu singapur dan harus rawat inap. Apapun itu kami selalu coba mensyukuri nikmat dan hidup pemberian Allah, cukup Allah bagiku penolong  dan ia lah sebaik-baik penolong dikala kita kesusahan. Hehehe… cukup ah curhatnya.

Meili : rawat inap di ruma sakit

Kali ini adalah korekan mesin yamaha yang notabene memang difavoritkan untuk dimodifikasi. Untuk korek harian mudah kencang, untuk balap diapun fleksibel di semua kelas, mulai dari cc kecil hingga bore up gila-gilaan.

Sebenarnya dalam mengorek motor – semua ilmu sudah tersedia, toh kita juga menyediakan buku rahasia korek mesin 4 tak – 2tak yang bisa dipesan, hanya saja skill (kemampuan) masing-masing orang berbeda, antara pemula seperti kita – dengan para profesional yang dikontrak tim pabrikan sehingga kesehariannya fokus riset pada 1 merk mesin. Kemudian peralatan pendukung, seperti bor tuner , alat gerinda noken as, mesin bubut, maupun alat canggih seperti flow bench yang kehadirannya sebenarnya wajib bagi para pecinta modifikasi mesin. Terakhir adalah setting, biaya termahal adalah riset setting, beruntung bila kita memiliki joki yang memiliki feeling tajam sehingga bisa memberikan masukan berharga, tidak hanya bilang “motornya kurang kencang”, kurang kencang  bagaimana, dari apanya, sukur-sukur jika pembalap sedikit banyak mengetahui mesin – toh  tidak ada ruginya meniru kesuksesan eko kodox pun kini memiliki bengkel dan tim balap sendiri. Mekanik profesional ataupun engine builder yang tidak ingin ketergantungan kepada feeling joki, tak segan menginvestasi ratusan juta rupiah untuk membeli dynotest engine, gunanya? mengukur kemampuan tenaga dan torsi mesin yang mereka buat. Dari keluaran kurva bisa diturunkan analisa kekurangan mesin.

Semangat motto hidup

Sampai disini gentar ? Hahaha… tidak bagi RAT motors sidoarjo. Meski bengkel kecil, kita tetap semangat!! Beruntung ada boss dari ANCULSPEED Motor , Jember, yang mau riset bersama – berinvestasi dana belasan juta rupiah untuk belajar. Buku adalah sebagai pegangan dasar, praktikum hingga shubuh adalah perjuangan sesungguhnya. Toh kita juga ingin menciptakan motor sekencang milik tim MBKW2 korekan mas Mlentis, yang di gas oleh Hendra Kecil.

Siapa lagi yang lebih handal jika bukan mekanik road race dalam mengorek mesin yamaha 115 cc hingga 125cc, Karena memang makanan sehari-hari mereka. Jangan putus asa, karena sebenarnya mesin 4 tak tak ubahnya seperti mesin pompa, makin banyak udara-bahan bakar yang masuk ke silinder , makin besar potensi tenaga. Dan karena kita hidup di dunia teknik, maka semua yang dibuat ini bisa dihitung maupun diukur.

Mencontoh dari yang sudah ada , kita mencari info hingga ketemu link di otomotifnet , ternyata tidak ada sedikitpun info dapur pacunya. Hanya ada kompresi, balancer, rasio dan suspensi harga 14jtan, wow? Mesin balap kita harganya kalah dengan suspensi hahaha… Oke lah, kita mulai dari situ saja…

Jebol itu biasa – Bangkit lagi

Berawal dari penggunaan piston forged merk Daytona, diameter 55,25, kruk as standar yupiter, ditemukan isi silinder 129cc. Dari diameter piston , bisa kita hitung seberapa besar kebutuhan diameter klep, kita gunakan rumusan 50 % dari diameter piston untuk klep masuk, ketemu pembulatan 28mm, katup buang 24mm diambil 85% diameter klep masuk.

Baru dilakukan porting cylinder head, dengan rumusan gas speed kita ketemu kebutuhan untuk tenaga puncak di 12.000 RPM diameter porting kudu sebesar 26 mm, itu untuk gas speed 100 m/s. Saat diukur menggunakan Flowbench , didapat hampir 28cfm. Untuk porting buang langsung dituner sebesar 100% diameter klep, yaitu 24mm.

Catatan perjalanan seting – kekurangan – solusi untuk esok hari

Kelar melakukan porting, langkah selanjutnya adalah menata kompresi, coba kita ikuti mengejar 13,8 : 1, dome piston ditemukan setinggi 5 milimeter wow!! Itupun masih dibarengi dengan pangkasan cylinder head 1 milimeter, kubah model bulat telur , hampir tanpa squish. Mungkin karena kita menerapkan deck clearances sedalam 0,8mm, belum termasuk paking head 0,3mm. Mengingat pernah kita press clearances hingga 0,4mm tanpa memakai paking head, mesin jebol, karena memang pembalap yang kita pakai masih pemula, bukan pembalap profesional yang menahun naikin motor balap. Pada dasarnya riset motor balap itu memang harus berani sabar dan rela, tidak cukup hanya sabar, karena kita harus keluar banyak biaya – baik itu riset, maupun latihan, setting, daftar balap, tapi kalau kita hobby , harusnya kita menjalaninya dengan sukacita 😀 assyiiikkk…

noken as cnc pencetak juara

noken as cnc pencetak juara

Kompresi ditemukan , baru meracik noken as, menggunakan cam mobil, diracik derajatnya hingga ketemu lift 9 milimeter. Detailnya bisa dilihat di foto hehehe… Tantangan nya adalah menemukan buka tutup yang pas, LC yang setimbang, hingga menentukan LSA kompresi dinamis yang pas! Lift tinggi , profil gemuk, tak akan bekerja jika tidak diimbangi rubahan derajat klep sesuai, serta pir klep diorder khusus tanpa merk.  Bahan seating dan bushing klep dibuat dari besi cor, hancuran liner diesel.

hasil penataan dengan dayel RAT

Knalpot kita pesankan khusus dari pabrikan R9 dibantu oleh BRT, cdi super imax 24 step dipatok kurva tertinggi 37 derajat di 9500 rpm, terendah 34 derajat di 13000 rpm. Karburator mengandalkan pwk untuk karakter gas lembut, disokong pilot jet 55 / main jet 110. Entah kenapa belum bisa sama dengan karakter karburator milik mas mlentis yang bisa ketemu basah, di pj 65/ mj 118. Mungkin masih berbeda di korekan cylinder head dan desain dum pistonnya. Hehehe… Lau pake jetting segitu motornya susah langsam, joki pemula jadi agak bingung cari rpm start nya.

Setting! Gas Gas Gas

Racikan rasio adalah menyesuaikan joki, kita pakai 13/36 , 16/29, 21/28, 26/23 final gir masih ketemu 14 primer , 35 sekunder. Suspensi cuma mengandalkan standard bawaan crypton bisa, karena motornya memang gak liar sama sekali hahaha… menyedihkan. Ketika diukur di atas meja dynotest, tenaganya mendekati 20 DK, dengan torsi setara vixion standard, sujud syukur kami panjatkan, ga mengira juga bisa segitu. Kurang 3 DK lagi untuk menyamai kemampuan tenaga mesin pabrikan. Mungkin bisa dikejar dari desain kubah baru, porting, cam dan desain piston. Ya, istilahnya kalau ingin signifikan fokusnya di dapur pacu.

Meski timer terbaik masih di 8,7 detik , namun bersyukur karena yang naikin joki pemula. Toh saat kampas selip kemaren dan power drop di mojosari , mesin masih bisa kompetitif. Yang penting ::

dynotesting room

TETAP SEHAT! TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

RAT MOTORSPORT : RAYA BYPASS JUANDA NO.1 : SIDOARJO : 085645577007 : pin bbm : 28a08677 / 2824FEF0


Alhamdulillah,

preparation dynotest

Maha besar Allah dengan segala kemurahan limpahan rahmat dan rejek-Nya, bengkel semakin ramai dan penuh sesak dengan motor  konsumen yang ingin di korek harian maupun order paketan dari luar kota hingga luar pulau jawa. Disitu kami menyadari betapa sibuknya kami di pagi hingga sore hari, pekerjaan yang melelahkan hingga terkadang  menimbulkan rasa jemu. Namun ketika pulang kantor bisa bertemu keluarga dan orang tersayang , rasanya semua menjadi membahagiakan. Mengantar sang buah hati ke puskesmas , ke posyandu, membelanjakan susu untuk anak, hemmm… rasanya hidup ini lebih ber arti. Hehehe…

Udah ah, ntar malah nge-dongeng cerita lucunya anakku bisa ga habis-habis, padahal niatnya mau bagi cerita korekan motor nih ke temen-temen semua. Kali ini korban selanjutnya dijatuhkan pada mesin motor yang sering dipakai Nidji , lha kok tembus ke grup band pelanggan kita?! Hahaha… Brand ambassador PT. AHM motor ini kan sering didaulat mengiklankan Honda absolute revo. Nah kali ini korbannya tuh motor…

intake manifold tdr

Honda memang melakukan sebuah quantum leap, dengan memproduksi basic mesin Honda absolute revo / Honda blade. Setelah mesin seri-C yang legendaries (bahkan saya masih punya Honda grand untuk balap) saya rasa mesin ini bakal melegenda kedepannya.  Lihat aja standardnya udah kepala 8 daya kuda di ukur pada meja dynotest.  Bahkan mas hermanu, HKU racing dengan memain-mainkan setelan klep saja udah bisa merubah-rubah pola torsi dan tenaga standardnya.  Asyik juga tuh…

Herannya kok banyak juga yang belum puas akan tenaga standard, apa karena terbeban konstruksi rangka, jadi meskipun dibekali dapur pacu 110cc, terasa kurang tenaganya?! Lihat history RAT belum pernah mengorek secara serius Honda blade / revo absolute, kalo Cuma porting polished, modif cam, ganti piston Jupiter, ganti knalpot sih sering cuma ngapain juga di upload kalo gitu 😀 Jadi waktu pelanggan datang tanya : Mas udah pernah bore up Honda blade / revo ? , kita jawab jujur : Belum pernah tu mas.  Pelanggan Tanya lagi : tapi bisa kan mas ? , jawab lagi : Bisa lah … wani piroooo ??  wkwkwk…  Dari model percakapan serius tapi santai kita jelaskan bahwa modifikasi mesin sejati itu membutuhkan banyak pengorbanan, ini hobby, tentang kepuasan jiwa, jadi jangan perhitungan untung rugi karena bukan dagang. Jangan kaget kalau ada piston mlethek (pecah) saat riset. Kalau sampai pada percakapan ini orangnya sudah mundur ya berarti segitu aja keberaniannya menghadapi tantangan dan resiko, belum cocok untuk mengendarai motor bertenaga besar 😀 Tapi kalau maju, siap-siaplah memiliki motor kencang .. aseekk-aseekkk.

cek up kepala silinder setelah dynotesting

Setelah diberi keleluasaan open budget, barulah dibongkar project mesin seru ini. Lagian liat di internet banyak tuh link ngebahas : korek mesin Honda blade. Kita pilih satu sumber terpercaya Otomotifnet aja lah, kita amati, tiru, dan kembangkan…  Adalah motor Honda blade road race kelas nasional Motoprix tim Honda Banten yang dikendarai mariasan kocex, eh bener ga bisa diaplikasikan ke motor harian?!

Kunci aman kompresi

Kendala pertama, baut tanam yang tidak begitu lebar. Mau bore up aja harus pecah mesin, memperbesar lubang crankcase. Sekalian deh nge- center dan nge-balance ulang kruk as. Dan ada terapi istimewa nih kruk as nya di hardening ulang, supaya gak gampang melintir kalau digeber, patah iya wakaka… Bore up mentok blade rasanya pake piston sonic masih bisa, cuma ga seru ah, lagi pengen main cc kecil.

Ganti liner dengan yang lebih tebal milik Honda karisma, polesan liner masih menyerupai standardnya dengan alur menyilang namun ketika diraba dengan tangan sangat smooth licin. Kemudian piston dijejali dengan diameter  53.4mm FIM BRT , ring piston mengandalkan milik Suzuki shogun 110. Kepala piston mentah dibubut ulang , hingga disisakan dum piston 1,5mm saja meniru dum piston smash masuk ke ruang bakar. Ini pun setelah riset sebelumnya pakai dum piston 2,5mm lha kok pistonnya cuil, pecah pinggirnya, weleh-weleh…  Kompresi dipatok dikisaran 12 : 1 aja kalo gitu.

piston mini – hasil maksi

Kepala Silinder kunci tenaga

Tidak dapat dipungkiri sumber tenaga terbesar dari rangkaian part ini. Dengan rocker arm roller dan rasio rocker arm 1 : 1,5mm , menjadikan noken as Honda blade / revo lebih efisien dengan pinggang gemuk. Lift cam yang masih bermain di 5,5mm sudah mampu mengangkat katup setinggi 8mm lebih. Ngeri gak tuh, kalau di asal aja nge-garap cam dengan lift 6mm aja udah mencapai angkatan 9mm di klep. Bandingkan dengan Yamaha Jupiter , kalau pangkasan 6mm masih berada dikisaran 7mm sebenarnya. Apalagi Honda grand yang rasio rocker arm nya berimbang 1 : 1 . Mau bikin lift 8mm butuh usaha ekstra dalam menggerus noken as nya.

Overlaping klep tinggi membutuhkan pir klep dengan kekenyalan teruji. Pir klep active yang konon katanya diimppor dari swedia, didaulat mengawal gerak naik turun batang klep. Terbukti pir klep mampu mendongkrak putaran mesin yang standardnya mentok di 9,000an RPM, kini bisa melengking 12,000 rpm. Bayangkan jika pakai pir klep jepang BRT yang khusus road race, kami rasa mesin bisa melengking hingga 13,000  atau 14,000 rpm. Hihihi… Ngeri!!

401104_2867106048289_1093549979_n.jpgKonfigurasi dirubah menjadi katub masuk diameter 26mm, buang 23mm. Diambil dari katub Honda sonic, dikecilkan ulang. Sudut derajat ditata ulang, sekaligus menggeser lubang porting, didesain semi down draught. Terus terang nge-porting head itu lebih banyak main feel, emang Tuhan menciptakan kita dengan indera perasa bukan?! Karena sudah terbiasa hampir tiap hari kegiatannya nge-tune silinder head, tanpa disadari seakan diberi perintah dari dalam hati ini begini-begitu. Cukup dilihat, diraba, diterawang 😀 hahahha.. untuk mendapatkan feeling seperti ini saya rasa kudu melewati ratusan jam menghadapi silinder head dan berkali-kali mengalami kesalahan seperti kita 😀  Ternyata setelah diukur lha kok diameter luar 23mm, samping kiri kanan bushing klep 26mm, ciamik..!! Gak kebablasan 😀

Pengabut bahan bakar dipercayakan dari karburator keihin pe28mm. Intake manifold TDR yang diperpendek. Ukuran pilot jet ketemu di angka 40, main jet 125. Setingan basah, maksudnya untuk main aman.  Nanti kalau sudah jalan enak, baru di set ulang karburatornya , cari hari khusus untuk seting karburator soalnya ya cukup menjengkelkan kalau ga nemu-nemu 😀

dialing cam blade

dialing cam blade

SUMBER DAYA LEDAK

Magnit masih menggunakan standard , hanya dibubut ulang untuk meningkatkan torsi. Diteruskan kepada otak pengapian BRT Maxtronic, diteruskan ke koil  standard, dan busi standard yang diganjal ring 2 lapis. Tidak ada hal yang istimewa di pengapian, hanya butuh untuk membuka limitasi , dan derajat titik ledak sedikit lebih advance. Terlalu memajukan waktu penyalaan akan meningkatkan kecendurangan detonasi/knocking yang akan menghancurkan mesin. Namun pengapian yang terlalu mundur akan menyebabkan tenakan maksimum pada langkah tenaga menurun. Jadi yang baik tetaplah yang PAS. Ini menurut buku wajib mahasiwa teknik mesin Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, judulnya : MOTOR BAKAR TORAK, tulisan D.Sungkono Kawano. Banyak banget prinsip untuk mengembangkan tenaga.

rahasia penerus daya dan kesetimbangan

PENERUS DAYA

Sistem transfer daya kami buat ringkas, melengserkan bak kopling standard, diganti dengan aplikasi kit dari SYS racing. Jedek rumah kopling sentrifugal dimatikan. House kopling mengandalkan milik Honda Karisma/ Honda supra 125, pir kopling racing, kampas kopling racing. Batin jadi tenang deh ga bakal ada tenaga selip ke roda.

Benar saja, ketika diusung ke meja dynotest Banyuwangi Motor undaan, dari 15 kali running,  Alhamdulillah hasil modifikasi ini terbayarkan sudah dengan kepuasan bisa menembus 16,3 dk di 9.180 RPM dengan torsi maksimum 13.1 nm di 8.522 RPM, sesuatu banget ya.. ciee… Gigi 3 udah hampir 100 kpj,  itupun sebenernya hasil gak maksimal karena gir depan belakang masih pakai standard. Suspensi belakang standard pula, jadi waktu digeber di dynotest, motornya membal-membal saat dikecepatan tinggi. Walaupun Ban gede gini juga tetep ga dapet traksi, kualitasnya kurang ya, Cuma ogah sebutin merk ah, dosa  😀 Harusnya mungkin bisa 17 atau bayangan saya di 18 dk hauhauhau 😀 Kesempatan…

tabel rpm : tenaga : torsi honda revo 125cc

Kenyataannya, berarti boleh juga tuh tulisan majalah nya ajib!! Pahala buat om Akiang, rudi jaya motor banten, yang udah mencurahkan pikirannya untuk ngeriset motor, ama pahala buat yang punya motor udah mau mencurahkan dana buat riset, serta wartawannya yg udah nulis , dan banyak lagi pahala untuk orang yang terlibat 😀 Kalau ga bisa nerapin berarti bukan salah yang nulis, salah mu sendiri ora iso hahhahahah 😀 bercanda guys…

Tenaga segini sebenernya kalo bisa dihasilkan dari karburator standard udah bisa dipake buat meliuk-liuk di kelas pemula kali ya … Hemmm… Jadi pengen riset motor roadrace nih, yamaha jupiter atau honda blade / revo, kita siap bantu… siapa ya yang sehati dan serius dengan RAT, hasilnya kita bagikan untuk seluruh Indonesia  Aseekkk…

Sekarang waktunya pulang, mengembalikan sisa duitnya pak bos, karena kemaren dikasih dana lebih dari anggaran. Busyet… loyal banget deh. Tapi berdoa aja kembaliannya dikasihkan lagi hahaha… Lumayan buat vaksinasi meili, mana sekali suntik + konsultasi  dokter bisa 500,000,- an. Weleh-weleh, enak amat jadi dokter ya, sehari nerima 10 pasien aja udah berapa penghasilannya?! Mana rapih-rapih dandanannya, bersih.. 😀 Gak kayak kita para dokter mesin, udah jelek , bauk oli, katrok pula hahaha… persis orang Ndeso!!! Tapi apapun kita , yang penting …

TETAP SEHAT- TETAP SEMANGAT !! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 5292A36B/ 5afc92ee

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

insta : ratmotorsb


Alhamdulillah,

Puji syukur atas Allah swt yang maha mulia dan memuliakan umatNya, benar apa yang dijanjikan Allah dengan ilmu lah manusia dapat meningkatkan nilai derajatnya. Kesempatan demi kesempatan terus diberikan untuk kami belajar, kali ini bukan main-main proyeknya swap engine CBR ke dalam mesin Honda Cs1 — dan atas jerih payah kami belajar menjadi kewajiban kami untuk berbagi ilmu pada sesama 🙂 Sesama mekanik harus berpelukan… 😀 hehehe…

di RAT kami mengandalkan MAN POWER …

Sama seperti brother lainnya yang datang ke garasi rahasia RAT motorsport , mahasiswa ITS ini ingin nge-Bore UP motornya, Honda Cs1. Kami pun menawarkan berbagai spec, mulai dari spec tahun lalu, spec pahe, hingga yang ingin kami lakukan – menanamkan piston Honda CBR 150r dan merubah head cylinder Cs1 memakai katup EE thailand. Si doi manggut-manggut, tapi ga’ ngebahas mesin malah curhat dia habis muter-muter nyari bengkel RAT – wakwakwakwwak- Emang bagi yang belum pernah kemari , bengkel kami nyempil di samping flyover bypass Juanda -Sidoarjo, bengkel tanpa plang nama- tanpa spanduk, hanya ber cat Biru – kuning sponsor oleh Telkom Flexi , disitulah tempat motor-motor performa tinggi bermuara, cieeee…. Karena ga’ ada petunjuk seringkali memang harus muter-muter , kesana-kemari buat nyari 🙂 wkwkwk… cara mudah sebenernya ikutin kata hati aja, alah… 😀 😀

Eh, taunya sang empu malah punya ide pengen masang Cylinder head + blok CBR langsung ke mesin Honda CS1… Katanya konsep nya niru anak-anak mobil yang modifikasinya suka main Swap Engine, tampang luar standard, tapi kencang. Busyet… Spontan jawaban kami cuma satu, ” Habisnya banyak lho mas… ” dengan wajah polos. Dengan santainya si mas ngeluarin kartu ATM sama ngasih tau pin nya, ” nih mas bawa aja, belanjain apa yang diperlukan, yang penting saling percaya “.  Jabatan tangan pun terjalin.

secret project

Wah, ya sudah deh, kesempatan emas nih untuk belajar. Kami sempat berdiskusi, bahwa tenaga cbr standard di catatan dynotest milik banyuwangi motor sekitar 16dk, ya sudah targetnya mendekati itu dulu. Eh, begitu online dan searching bore up cs1 di google, muncul hasil korekan om Tomy Huang, bos besar BRT, nembus 17 dk… wih… ampun dj… 😀 Tapi setidaknya ada gambaran, dan kalau mengalami kesulitan bisa curhat ke om Tomy … lagipula kan kita langganan juga make CDI BRT hehehehe…

Okelah mulai kita belanja half cut engine CBR150 , alias set bagian blok dan head lengkap isi dari Jakarta. Begitu dateng, wuh… indahnya 🙂 DOHC head, portingnya gede-gede, klep nya gede-gede ( 24 milimeter inlet , 21 milimeter outlet ) , batang klep kecil banget 3,5 milimeteran, gak heran bisa nembus 12,000 RPM lebih… Karakter profil cam nya keren, bikin bergairah… Semua detail head dan blok dipelajari. Tahu ngga porting exhaust cbr begitu besar meski dalam kondisi standard… hehehe… Yang terbayang ketika paket head dan blok ini datang bukanlah bagaimana hasilnya nanti, tapi saya begitu ingin ada yang mengajak riset honda cs1 untuk drag kelas 200cc memakai head dan blok CBR, atau bikin honda tiger drag swap engine CBR, … buuuuuuuhhhhh…

Half cut engine cbr150 R

Ketika konsultasi ke wallace racing , klep inlet 24 milimeter itu memiliki potensial tenaga 30 horsepower, gila..!! Bayangkan spec cs1 nih, swap engine cbr, stroke dinaikkan jadi 58mm stang make ninja, piston di bore up pakai piston cbr hi-speed diameter 66mm, kapasitas melonjak 198 cc… karburator dipasok keihin Sudco USA tipe PJ venturi 34 milimeter yang mampu mensuplai hingga 12,000 RPM. Tak terbayangkan bisa nembus 8 detik kecil dengan mudah , atau mungkin 7 detik jika pembalapnya memiliki skill tinggi dan feel yang tajam. Wah, keterusan ngiler nih kalau berhayal terus nih… wkwkwkwk…

Ya udah kita langsung bawa crankcase ke tukan las argon karena blok cylinder cbr lebih besar dari cs1, dan lubang rantai keteng standard kurang membuka. Setelah jadi, hasil las diratakan dengan pisau bubut untuk mengatur permukaan agar nol mutlak supaya tidak terjadi kebocoran oli maupun kemiringan perangkat kruk as mendorong piston nantinya. Di bagian kiri juga diatur ulang untuk penempatan tensioner penekan rantai keteng. Tidak ada masalah berarti saat memasang rantai keteng cbr ke cs1, profil gigi timing noken as sama persis dengan gigi timing kruk as, perhitungannya pun juga 2 : 1.

Hasil las crankcase – rapih kan…

Posisi penting adalah pengaturan deck clearances, karena masih mengandalkan stang original cs1, perbedaan pin piston kita akalin dengan sistem sok pen. Karena meski dibebaskan modifikasi kita juga tidak lantas gila-gilaan belanja. Tetep ngirit lah… Deck clearances kita bikin 0.8 milimeter dari bibir blok. Main aman dulu lah… 🙂

Porting , gak kita apa-apakan. Standardnya udah bagus ( bagus banget – malah ) . Cuma kita alusin pake amplas kasar… sambil mbatin dalam hati, oalah… kok ya bukan dibuat balap, ni mesin , bisa tak odal-adul… 😀 Noken as, gak diapa-apain… cuma dielus-elus sambil digosok pake autosol. Hahaha… tau ga sebenernya apa yang salah sih dari motor CBR150… ? Bukan porting, bukan noken as nya. Pistonnya kurang gede, kompresinya kurang tinggi. Masa motor dengan kode R ” Racing ” kompresi nya cuma 11 : 1, itu kan sama kaya kompresi honda grand piston kaze yang dipake anak smp ugal-ugalan di jalan hihihi… 😀 Mbok ya kompresi 13 : 1 gitu rada keren… atau kalo ga cc nya 180 atau berapa gitu… wkwkwk…

Masa gak pengen masang piston forged 74mm seperti ini 🙂

Dirakit, jebret-jebret, main aman celah kem dibuat 0,23 milimeter inlet, 0,25 outlet. Kompresi coba rendah dulu di 10,5 : 1.  Pokoknya bisa nyala dan jalan enak… Asli kali ini RAT jadi bengkel yang malu-malu kucing, pengen ngemodif tapi takut kalo rusak wkakwakkwkaw… jadinya mainan kita ada di suplay bahan bakar yang dipasok keihin pe 28 milimeter, dengan pilot jet #42, dan main jet #130. Digandeng knalpot custom buatan SAHEK Muffler di Sedati. Pemantik nyala busi kita order khusus dari BRT untuk dibuatkan tipe hyperband saja karena kompresi memang relatif rendah dan mesin masih standard. Kampas kopling dan pir kopling ganti milik Daytona.

Hasilnya, ketika dinyalakan… deruman mesin yang menggulung hasil olah dual kem begitu menyayat hati, kalo di geber di tempat , tachometer digital milik cs1 itu bisa dengan mudahnya melebihi 12,000 RPM, melewati garis merah… serem boo00k… Dipakai inreyen jalan-jalan, ouugghhh rasanya gagah banget, liat cs1 yang blok ama head nya kecil jadi tertawa dalam hati, ngerjain FU- FU tengil di jalan bisa juga 😀 Lumayan lah buat harian gaya…

Perakitan – kawin silang mesin honda

Dapatkan apa yang kamu bayar, dan lebih… Tenaga sertamerta kelincahan… Dari satu suku Honda menjadi gabungan mesin yang istimewa. Dan tak lengkap bila tanpa bukti empiris hasil kerja kami. Kami test drive di jalanan padat surabaya, torsinya udah ngikutin tangan begitu enteng, dan narik terus hingga ke rpm tinggi. Naik di ruang dynotest, sujud syukur, hasilnya ga’ malu-maluin, bisa nembus 16,4 horsepower di 11,000 RPM. Tapi karena sugesti lengkingan suara knalpot yang mengerikan seringkali kita udah tutup gas di 10,000 RPM lebih dikit, meski sebenernya tenaga masih ada – mungkin – … wakakaka…

Sebagai murid kalo patokannya modifan BRT nembus 17 dk sedangkan kita cuma 16 dk, berarti nilai ujiannya dapet nilai 94 . HORE! Ga jelek-jelek amat kan , hihihi… Apalagi mengetahui torsi puncak cs1 kita udah didapat di rpm 5,000 saja, menjadikan akselerasinya ke 10,500 RPM hanya 3,90 detik. Patut disyukuri meski dengan alat seadanya : tanpa flow bench, tanpa nge porting, tanpa main papas kem. Hanya dengan mengandalkan perhitungan, ketelatenan, kejelian, dan didukung kepercayaan serta kesabaran pemilik motor lah semua menjadi seperti ini. Kami tidak merubah jalan raya, tapi kami merubah bagaimana rasanya berkendara… Apa obsesimu?

Hasil dynotest

Hasil dynotest CS1 bore up CBR

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT – BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TERUS TIAP HARI!!!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA N0 1

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 767BB8C2



WELCOME TO STREET , selamat atas lahirnya yamaha byson ke – jalan raya…

396193_2763939109180_1375750582_nYamaha Motor Indonesia boleh bergembira atas peluncuran produk motorsport baru-nya, yeah, Yamaha Byson! Plok..Plok..Plok.. give a big appalus. Congratulation for all the engineer that been workin so hard to make this adorable bike come true.

Berdasarkan statistik keberhasilan penjualan yamaha Vixion, memang menunjukkan masyarakat Indonesia percaya akan produk Yamaha. Ekspektasi masyarakat begitu tinggi, isu launching yamaha byson meledak di berbagai media, you name it, koran, majalah, tv, radio, online ( tweeter, facebook, blog , dsb ).  Dan R.A.T tidak bergeming, menunggu benar-benar datang motor itu ke depan bengkel…

Minta Yamaha Motor Indonesia buat praktek modifikasi mesin byson? Ngimpi… hehe.. sampe nangis juga ga bakal keturutan. Wong mekanik katrok dan ndeso dari kota lumpur lapindo sidoarjo mana kedengaran ke petinggi yamaha hehe… mintanya kemana? Tempat kita memohon dan meminta ya cuma satu DIA, Ya ke gusti ALLAH swt. Setelah shalat hajat, baru berdo’a ”

” Tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan ALLAH, Maha Penyantun lagi Maha Mulia, aku mohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan rahmat-Mu dan memantapkan hati untuk memperoleh ampunan-Mu. Dan aku bermohon pula untuk memperoleh seluruh kebaikan serta selamat dari melakukan seluruh dosa. Janganlah hendaknya Engkau meninggalkan dosa kepadaku, melainkan Engkau mengampuninya, dan meninggalkan kesusahan, melainkan Engkau melapangkannya, tiada hajat yang Engkau ridhai kecuali engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling pengasih dan penyayang.”

Abbey RAT membongkar byson

Alhamdulillah, kesempatan riset itu tercipta. Akhirnya kami mendapat kesempatan untuk membongkar dapur pacu Yamaha Byson! Adalah mr.T, pria asal malang, jawa timur, yang memboyong Yamaha Byson-nya  setelah 300 km keluar dari dealer langsung dibawa ke RAT MOTORSPORT, bahkan sebelum plat nomor motor itu keluar. What’s wrong? Seperti tidak ada yang salah dengan style, riding impression, dan good looking black engine + sporty exhaust kit. Tapi itu hanya tampak luar, man! Start your engine, and full throtle run! Tidak ada impresi yang memacu adrenalin saat gas dipelintir habis dan diumpan secara spontan antar tiap gigi… dan menggapai 100 kpj, adalah hal yang cukup sulit dan makan banyak waktu , terlebih untuk rider berbobot 80 kg ( atau lebih )

Well, yamaha boleh berbangga dengan sederet kelebihan byson : “big bike look” fuel tank cover, digital LCD speedometer, Multi Reflector Headlamp, Front fork 41mm, 153cc Black Engine (ampun deh… ), dan kelebihan spektakuler lainnya pada sosok byson. Yeah, byson tetaplah keluarga sapi, mamalia yang tidak seberapa buas dan berbadan bongsor , cuman sangar aja sih… tidak GARANG dan sama sekali ga KEJAM hehehe…Oleh karena itu sang empu langsung memberi budget untuk upgrade performa byson, malu dong, kalau ga bisa nyalip minerva di jalan Jiakakakaka… sorry to say, tapi minerva mah emang lebih “parah” T_T Entah apapun pembenar sang pemiliknya terhadap minerva standard, but – minerva yang 150 berbody super sporty itu benar-benar pathetic… Kecuali kalau udah dimodif, baru bisa dibilang keren lah, hehehe… maunya biar bengkel rame mulu 🙂

 

 

back to the businees…

RAT selalu fokus pada penciptaan tenaga pada dapur pacu! Jadi ketika kamu mencari solusi untuk perbaikan tenaga yang langsung menuju sasaran, kamu tahu dimana harus mengirimkan mesin, dan disitu kami berada 🙂 Sama seperti kalau kita mau bercinta, Kepala kita ( otak ) harus mendapat sinyal dulu supaya bisa greng!! Lha motor juga begitu, kepala mesinnya dulu di elus-elus, baru bisa mak Joss!! 😀

Perlahan kita mulai telanjangi black engine –nya… Kenapa- oh kenapa, setelah menciptakan vixion dengan multivalve dan teknologi injeksi, kok malah penurunan, menciptakan mesin 2 klep dengan karburator vacum lagi… emangnya ini motor mio? Mio aja banyak yang make karbu NSR SP. hehehe…

noken as yamaha byson modified

Mesin 153cc, dengan konfigurasi square , diameter x langkah = 58.0 x 57.9 mm, menjadi tidak begitu berarti ketika harus mengangkat beban kendaraan 137 kg + bobot pengendara, dengan tenaga 13,7 PS @ 7,500 RPM, maka setiap 1 horsepower, dibebani lebih dari 15.8 kg berat motor saat benar-benar dikendarai.  Bandinkan dengan saudara dari yamaha sendiri, vixion misal, dengan kapasitas “hanya” 149cc, power yang digapai 14,88 PS @ 8.500 rpm , nah lo…  Belum berat motornya cuma 125kg, jadi power to weight ratio cuma 1 : 13,7! Jelas pasti entengan vixion dalam akselerasi, pun pencapaian top speed, pasti, karena powernya digapai di RPM lebih tinggi!

Sudahlah, disyukuri aja, karena orang indonesia ga ada yang ikut merancang byson hehe… ya diterima saja… Kalau yang ga terima, ayo kita lakukan Inovasi! Pengaturan kubah ruang bakar sip banget, kompak, model bath tub. Tatanan klep asimetris. Sayangnya konfigurasi katub masih mengandalkan 28mm untuk inlet, 24mm untuk outlet. Kok sama kaya ukurannya CS1 yang cuma 125 cc… Haduh haduh haduh… T_T

Pistonnya ringan, pendek, dengan dimensi pin 15 milimeter. Diameter penampang 58mm, cocoknya dipasang ke mio jelas icik icik ehem. Kurang puas, dirasa belum cukup mengangkat bobot kamu yang sintal? hehehe… Piston Honda Tiger produksi BM1, dengan diameter 64mm dikalkulasi ulang, tembus 186cc!!! LHA INI BARU NAMANYA MOTORSPORT! hehehe…

Langsung pasang? Ya enggak lah, banyak yang kudu diperhatikan dalam prosesi bore up! Apalagi untuk pemakaian harian. Ketinggian top piston dari pen, panjang ekor piston. Penyesuaian volume kubah ruang bakar terhadap volume silinder yang baru, atau lebih dikenal dengan penataan kompresi. Tebal minimum liner berapa hayo? hehehe… Bahan liner juga jangan main-main, pakai bahan dari mobil diesel yang diyakini lebih kuat menghantar panas.

64621_4669852155815_311877059_nKlep standard mau dipertahankan, boleh… kalau kantong lagi tipis ya mau gimana lagi! Yang penting otak harus tetap bermain, seating valve di cutter ulang, kemudian klep dimodif back cut. Yah, ini hanya trik lho ya, mengakali supaya mesinnya tidak cepat kehabisan nafas. Namun, alangkah lebih istimewa lagi bila di upgrade klep gede  mengandalkan dari katub EE berdimensi 30,5mm inlet/ 25.5mm outlet. CIAMIK!!!

Penentuan klep sudah, tinggal pengaturan porting! Ingat, setiap perubahan dimensi piston, memerlukan penyesuaian ulang dimensi porting.

Korelasi rumusnya,

diameter porting = diameter piston / sqrt ( gas speed /( ( stroke x peak RPM ) / 30000) )

dimana gas speed pada peak rpm yang ingin kita tentukan biasanya berlari pada kecepatan 100 meter tiap sekon nya. Setelah hitungan diatas kertas kelar, baru bor tuner apapun merk yang kamu punya, nyalakanlah, alat memang penting, namun orang dibalik alat itulah yang memegang kendali atas aliran tenaga di silinder head kamu. Dan RAT sudah bertahun-tahun menekuni riset perangkat silinder head seperti ini.

Dimensi udah ketemu? Sekarang geometri, mau ngikutin alirannya david vizard, atau tetap mengacu pada graham bell…? Hemm… bisa dicoba-coba tuh… hihihi.. mana lebih enak? untung yang punya percaya aja dah ama RAT sepenuhnya untuk mengatur kelokan udara menuju ruang bakarnya seperti apa.

bowl area porting :: RAT

Colekan camshaft, kelebihan mesin modern macam byson, rocker arm nya sudah memakai mekanisme roller, jadi lebih minim gesekan dan halus dalam membaca durasi noken as. Yang kita lakukan, “baca” dulu posisi buka-tutup standard bawaan pabrik, bagaimana yamaha menciptakan karakter mesinnya, dan kita tidak akan melenceng terlalu jauh dari situ. Bukaan klep 0,15mm yang tidak jauh dari standard, namun durasi 1mm diperlebar, begitu lah kriteria noken as hi-performance. Semua ada kok di modul cara mudah bikin noken as. Buat para tuner-tuner muda yang ingin beda, kita tidak hanya menyediakan alat bantu papas noken as nya, tapi juga buku petunjuk mudah nya 🙂

Penghambat performa, karburator mikuni BS26milimeter vakum, lengser! Tanpa demonstrasi, langsung diganti perangkat revolusioner, karburator Keihin PE 28milimeter, skep kontan! Masih bingung menentukan venturi karburator? Gampang pol! Diulangi lagi, ya…

Vent = 0,65 x sqrt ( CID x RPM )

Kita ingin karburator itu mensuplai hingga 10,000 RPM, dan kapasitas mesin kita sekarang 186cc, masukin aja , ketemu venturi pas 28 milimeter. Serius, ga boong! Bukan jualan, dan bukan asal-asalan. Kita merekomendasi sesuatu juga karena perhitungan. Dengan massa aliran udara lebih banyak ke jalur porting, melalui klep, masuk menyesaki ruang silinder… Bayangkan potensi tenaganya jadi jauh lebih menggigit ketika perkawinan pilot jet dan main jet berpadu pada setiap ayunan piston! SADAP!!!

Kelar semua urusan dapur pacu, kita tengok ke bawah! Hwaladalah… iki knalpot’e kok mlungker2.. pipa exhaustnya mengikuti perhitungannya siapa ini hehehe… wah ilmunya kok disembunyikan ama yamaha 😀 Model knalpotnya dibawah crankcase jadi seperti vespa, ada tabung kotak, dan pipa berkelok-kelok keluar masuk. Apa tujuannya hayo? Yamaha juga ikut peduli dalam melestarikan alam, menyaring polusi, emisi, sehingga gas buang lebih ramah lingkungan. Menjadikan udara disekitar kita lebih nyaman untuk dihirup… tapi kalau kita si, udah kecanduan menghirup knalpot freeflow… wkwkwkwk ( makanya otak-nya jadi miring mikirin modifikasi meisn mulu… )

Buat ulang pipa knalpotmu, landaikan, luruskan ( buat seminim mungkin lekukan ). Diameter pipa knalpot jika menginginkan torsi yang besar, bisa memakai 25 milimeter, bila menginginkan tenaga yang besar bisa memakai 27 milimeter. Keduanya? Ya kombinasikan aja kedua pipa tersebut sampai ketemu yang pas kamu mau. Yang pastinya berapa???  ya dihitung sesuai derajat ex open, peak torque RPM, dan kapasitas volume silinder… 🙂 🙂 🙂

402336_2763935069079_226577402_n4 Sehat, 5 sempurna nya adalah CDI POWER MAX BRT! Dan Koil YZ sebagai pelecut pengapian yang mantap ke dapur pacu baru! Kalau ini sih masang sendiri bisa, ga ada rumusnya… 🙂 Tapi kalau masih mau mengandalkan pengapian standardnya mumpuni kok.. oke-oke aja…

Wis, beres… rebes… sampun… Pegel kabeh awak ku rek… remek 😀 : D 😀 Gak popo, sing penting bar iki bayaran 🙂 Nggo tuku susune anak, lha susune bapak melu sopo? Hush…  hehehe…

Gas pol, son… Yamaha Byson 186 cc mengaspal di jalan, keep safety, tetap santun dijalan, kejarlah ninja250 , dan hormatilah bapak tua ini yang mengendarai vespa… 🙂 🙂 By the way, wong mesin udah bore up begitu kok judulnya konsep semi-sport ya? mau tahu jawabnya??? Ya karena yang bener-bener sport-nya yamaha ialah motor yang dipake balapan SuperBike atau MotoGP, wkwkwkwkwkw… KABURRRRR….!!!

Tetap Sehat! Tetap Semangat! Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Alamat : Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 54BBD4DE / 2768B1D5

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

insta : ratmotorsby

 

Trend kenaikan pengguna motorsport Yamaha jenis Vixion, pada tahun 2009 yang mencapai 44% atau sebesar 100,150 unit. Pada semester pertama tahun 2010 ini, naik menjadi 51,9% atau setara dengan 118,467 unit (Data AISI). Secara total Yamaha berhasil melego motorsport-nya sebesar 219,716 (46,6%). Progress kenaikan permintaan motorsport Yamaha, diperkuat dengan demand indent yang selalu ada pada dealer-dealer Yamaha. Trend kenaikan ini, merupakan salah satu indikasi dari masyarakat Indonesia yang semakin percaya pada tekhnologi dan karya – karya Yamaha.

Di tahun 2010 ini, ekspektasi masyarakat terhadap motorsport besutan Yamaha pun sangat tinggi. Di beberapa website Yamaha seperti, Yamaholigan dan Motodream.net, dengan jumlah pengunjung yang terus mengalami kenaikan, banyak pengunjung yang menanyakan tentang kapan produk motorsport Yamaha Byson di launching. Bahkan, tak jarang isu launching Byson sudah ramai di bicarakan media, blog, wordpress dan Facebook oleh kawan – kawan pemerhati motorsport di Indonesia.