Posts Tagged ‘harian’


http://www.ratmotorsidoarjo.co.cc

Alhamdulillah,

Wawan “RAT” in cool tuning minerva HEAD

Jodoh – mati – rejeki , memang sudah digariskan oleh yang maha Kuasa. Manusia hanya diwajibkan ber-ihtiar dan tawakal. Tak lama berselang dari modifikasi minerva R150VX pertama, datang kembali yang kedua. Kenapa dituliskan lagi untuk motor yang sama? Karena yang ini beda, aliran modifikasi kita memang dinamis, bukan statis, otak kita liar, jiwa kita bebas… Kita melukis konsep modifikasi, kita memahat mesin, kita merajut torsi dan tenaga… apa yang kita kerjakan adalah sebuah karya seni yang didasari ilmu pengetahuan. Setiap kesempatan yang dipercayakan kepada kami, tantangan untuk bergerak maju bukan kami jadikan halangan… Sungguh semoga janji ALLAH tak lepas, dan derajad kami ditinggikan olehNya.

Memasang pir klep dengan Special Tools …

Sebenarnya MR. D sudah lebih dulu datang ke bengkel R.A.T motorsport, tapi modifikasinya ketinggalan,  heheheh… cowo keren – macho kelahiran banjarmasin ini membuat kesan pertama  yang istimewa, datang dengan motor sport meraung-raung , suara menggelegar itu dikeluarkan dari knalpot super eksotisnya. Datang ke bengkel untuk konsultasi, kalau dijelaskan tampak serius banget mendengarkan, kayanya cerdas nih orang, rasa ingin tahu nya tinggi. Dia mengeluhkan minerva nya yang kalau sudah nyampe ke – 80 KPJ, susah naik lagi…  padahal motornya sudah dibekali CDI BRT shogun 125, Knalpot Free Flow, kemudian mas wawan menimpali, “Apa buku petunjuknya sudah dibaca mas, disitu tertulis maksimum kecepatannya memang cuma 90 KPJ”. Sontak mr.D terkaget-kaget, kok mas wawan yang lebih tau.. cape’ deh… 😀 hahaha…

Cylinder block di press, simulasi pemasangan mesin

Ternyata hidup mr.D sudah terkonsep rapih, dia memiliki laci anggaran yang sudah di plot, untuk body sekian, untuk upgrade kaki-kaki sekian, untuk mesin sekian… Ckckckc… dana upgrade mesin paling sithik rek… Emane… Untuk menyumbang R.A.T motors, dia memberi anggaran 1,5 JT.  Kalau begitu kita juga harus mengkonsep modifikasi yang rapih nih. “Boss, minta ditinggalin DP kek buat belanja barang n bayar ongkos bubutnya …” ujar saya memelas. Dengan sigap mr.D mengeluarkan sesuatu dari tas nya, Lhoalah lha kok Sirup Marjan dan Kopi Nescafe, mosok atene dibayar gawe sirop mbek kopi… wis persis dukun ae AHahHAhahahHA 😀 Okelah, dijanjikan besok sepulang ngantor mau mampir bengkel lagi katanya, karena kesibukan mr.D butuh motor untuk wara-wiri, dia minta izin untuk meminjam vario kami, ” ini gak bore up kan, ntar di gas ngangkat lagi” tanyanya, kami hanya tersenyum tipis penuh makna 🙂 Rasakan sendiri lah..

Kalibrasi ulang karburator

Begitu sang empu pulang, fairing sontak ditelanjangi, mesin diturunkan, cylinder head + block dibuka untuk dibersihkan, kita pelajari lagi, kita rundingkan bersama konsep modifikasi mesin seperti apa yang akan kita jalani lagi. Setelah ketemu konsep diatas kertas, baru kita mulai bergerak. Piston 64milimeter jepang untuk model honda tiger kita gandeng, guna mendongkrak kapasitas minerva 145 cc menjadi 155 cc, lumayan lah. Blok silinder sekalian di overbore di bengkel kolter KARBI , di bilangan rungkut industri, ini ahli bikin liner seperti pabrikan jepang, terdapat alur menyilang pada liner namun jika diraba halus. Clearance piston kami request 0.04 milimeter ke dinding, bikin kaya motor road race an yo mas.  Kompresi tetap padat saat mesin panas karena ring semakin menekan ke dinding silinder, namun friksi piston ke dinding rendah. Lho, manteb to! Senang bukan bila dikelilingi rekan kerja yang pandai… ini memuji begini bukan karena kemaren dapet THR an kemeja dari mas Karbi wkkwkwkw… ya tak doain rejekinya selalu lancar mas karbi. 😀

Karburator tuning by R.A.T

Karburator dibelanjakan dari pabrikan keihin tipe PE dengan venturi 28 milimeter, pilot jet # 42, main jet # 120. Intake manifol dari suzuki satria FU. Dicolokkan pada silinder head , skep dibuka penuh, lhaaa… ketahuan bagian mana saja dari porting yang menubruk 🙂 Digambar, diberi tanda pakai stipo, baru deh menuju ke ruang eksekusi Foredom, disini biasanya kami menyalurkan inspirasi modifikasi paling lama… ruang porting. Kehati-hatian, ketelatenan, kesabaran diuji disini. Apalagi ini bulan ramadhan wah, pasti bagus-bagusnya bikin porting nih. 🙂

R.A.T sang pemahat

Intake masih tak jauh beda, karburator 28 milimeter, porting 28 milimeter, katub dari standardnya 30 milimeter, kita kecilkan menjadi 29 milimeter… LHO.. Lho.. LHo…? Edan po piye, ya memang otak kita “rusak” hahaha.. Inginnya meniru porting model downdraught, pokoknya begitu lah konsepnya. Bisa dipahami sendiri dari gambar. Nanti saya jelaskan untuk murid-murid privat modifikasi kohar ja Hahahha… 😀 Model ini sekalian proposal bagi boss dari kalimantan yang mau bikin motor drag, kalau baca posting ini semoga semakin cepat mengirimkan mesinnya 🙂 hehehe… Aliran udara dibuat segila-gilanya memasuki ruang silinder, meningkatkan efisiensi volumetris mesin.

Konsep diatas kertas

Zuuunngg. Zunnngg.. teliti dan presisi

Valve dimodel back cut, apa sih ini, kok sering banget disebut-sebut, ya kurang lebih nya merubah katup standard menjadi mendekati model klep racing. Oleh karenanya saat kita ke bengkel bubut Arif Motor di bilangan kutisari, -ckckck nasib bengkel katrok mau kerja aja wara-wiri , untung bensin muter2 ini ga dimasukin ke nota – kita bawa sekalian klep racing TDR untuk dijadikan acuan. Sekaligus kita bubut piston dan memperdalam relief klep di permukaan piston. Wah tehnisi baru nya ini alim banget, begitu adzan terdengar, langsung kabur ke masjid, klep dibiarkan muter-muter diatas mesin bubut.. Lho he.. Lho he.. 😀

cak Arief ‘MarQsA’

Olah rasa, cipta dan karsa…

Porting buang – LEGA

Porting buang gimana bang? Klep buang kita kecilkan jadi 24 milimeter, di area mendekati knalpot porting buang kita kikis selebar-lebar nya mendekati gasket knalpot bersisa 1 milimeter rata. Tujuannya apa, supaya nafas motor semakin panjang. Ga butuh tendangan balik? Butuh sih, dikit aja ga usah banyak-banyak. Itupun bisa diatur dari pipa knalpot dan noken as. Oiya, knalpot super eksotis yang dibeli oleh mr.D seharga hampir 1 JT terpaksa kami lengserkan, hahaha… soalnya emang cuma menang gaya, performa nihil! 🙂 Makanya waktu mr.D datang ke bengkel dengan honda City nya mengantar knalpot standard wajahnya melaaasss gitu, nyesel kali ya dia beli knalpot :p makanya kok gak dari dulu-dulu dibawa ke R.A.T boss… hihihi…

Pick up ditata ulang menyesuaikan BRT Shogun 125

Kompresi relatif rendah karena piston tiger hanya mampu membentuk dome 2.5 milimeter, oleh karena itu yang kita kejar adalah rasio dinamis kompresi, durasi noken as diperkecil dibanding standard, lifter dibuat di kisaran 6.9 milimeter, buka-tutup klep cepat diiringi pir katub yang diganjal ring 0.5 milimeter. Sayang suara cam yang agak berisik kurang disuka oleh sang empu, tapi diakuin emang tarikannya lebih menyayat hati. Okelah, ganti noken as spec B, lifter 6.6 milimeter, tapi durasi diperlebar. Noise tereduksi, fokus keuatan mesin pada putaran atas. 2 kali naik turun mesin tidak apa-apa, dibayar dengan kepuasan menyaksikan laju motor mampu dibejek hingga mesin berteriak di gasingan 12.000 RPM tanpa halangan berarti saat mr.D melakukan test ride sendiri di jalan bypass juanda. 100 Kpj pada gigi 4 diraih dalam hitungan beberapa detik, dilanjut top speed yang dibatasi pada 120 kpj dikarenakan final gir belakang dibesarkan dari standardnya 38 ditingkatkan menjadi 40 mata. Peningkatan top speed 30 persen dari standardnya , sudah cukup lumayan bukan jika modifikasi terarah? Akselerasi sudah pasti jauh-jauh lebih ringan dari standardnya. Dimana gigi 3 selalu terjadi RPM jatuh – drop – kini tidak ada lagi suara mesin ambles… Gasss Terussss…

Area kampas kopling – pir kopling? Standard! Tidak wajib ganti. Karena motor masih relatif baru 1 bulan, ngapain ganti. Justru kampas rem depan perlu diganti memakai punya Honda Supra fit, supaya pengereman lebih pakem. Bahaya juga kalau ngebut-ngebut tiba-tiba si komo lewat… macet dong 😀 Sip, bayaran diterima, kita doakan semoga mr.D makin banyak rejeki dan motornya membawa berkah!

Tetap Sehat – Tetap Semangat, Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari!

R.A.T MOTORSPORT

Raya Bypass Juanda No. 1

SIDOARJO

cp : 085645577007

specification of tuning :

– Cylinder head port & polished by R.A.T

– Back Cut Valve modification

– Piston Tiger 64 mm, custom piston, deep relief

– Cam lift 6.6 mm, 300 degree duration made by R.A.T

– Carb. Keihin PE 28 mm, Pj # 42, Mj # 120

– OEM muffler customized

– CDI BRT Shogun 125

Iklan

http://www.ratmotorsidoarjo.co.cc

Alhamdulillah,

Konsep Utama Modifikasi – Hukumnya wajib 😀

Sungguh nikmat merasakan berkah di bulan Ramadhan — begitu banyak kesempatan riset korek mesin tiada henti berdatangan. Pula rasa syukur tak henti kami panjatkan bagi ALLAH SWT, Tuhan semesta alam, atas limpahan rahmatmu kami dapat berkarya. Dan atas izinMu kami masih dapat berbagi, bersedekah ilmu untuk semua sahabat se – Indonesia 🙂 Apa kabar semuanya? Yang disabang? Yang di Merauke? Kami di sidoarjo nya masih terus terendam Lumpur nih… Hahaha! Apa pemerintah udah pada lupa? Woi jangan bikin gedung DPR cuma buat pindah tidur  😀 Bangun-bangun, sahur!!!

Kesempatan kini datang dari penyemplak motor Yamaha Vega R milik mr. V yang tergabung dalam club V1VA Surabaya, pemuda tampan, pendiam, memakai kacamata, menyambangi markas R.A.T yang dipenuhi pemuda berbadan gelap penuh olie, dengan gagah berani meminta order vega nya untuk di korek kencang  buat turing. Busyet ternyata meski body vega nya di motif cutting sticker bunga-bunga gini, empunya  gila kecepatan. Kami pun berdiskusi konsep kerja yang akan dilakukan, setelah diajukan proposal , “Bayar-nya nyicil ya mas, ” bisik sang empu pelan. “Gapapalah , pokoknya 3 x , pagi-siang-sore Lunas! Hehehe… ” jawab saya, lalu kita tertawa bersama. Nah, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Modif lah sebelum modif mesin dilarang. oWokWokokWok… 😀

Bunga-bunga tak berarti banci 😀

Konsep mesin touring adalah kencang tapi juga awet, dan sewaktu-waktu ada trouble sparepartnya mudah didapat. Tapi inti modifikasi menjadikan laju motor kalau lari ber iring-iring tidak ketinggalan dengan karib lain. Berarti konsep motor harus mampu terus bernafas di trek yang cukup panjang, lumayan lah buat riset kalau ada order buat mesin balap dari jakarta yang main 800 meteran wkwkkw…  ngimpi – ngimpi. 🙂 Lagipula jalan ke arah bandara Juanda lempeng banget kalau dibuat test ride. Oke deh, plafon budget disetujui, tinggal tugas mekanik mensiasati budget yang ada.

Klep Standard dibubut layaknya klep Racing 😀

Motor ditinggal, sang mr. V – kok perasaan ga enak nyebut inisialnya, untung bukan cewek , bisa jadi miss V donk,, hayoo yang baca siang-siang jangan mikir jorok. Uhhhuuyy… head silinder langsung dibuka perlahan- satu demi satu bautnya dikendorkan, dilepas, dibuka.. dipelorotkan dari baut tanamnya, hingga terlihat baut yang mulus dan basah terbasuh oli itu, hahahha cerita apaan sih. Dah intinya diperetelin untuk diantar ke bengkel bubut Dhaha Putra Teknik, langsung menuju ke pojok kiri belakang, tempat mas Amin bersarang!

Kita order pemakaian katub shogun, dengan panjang batang klep 67 milimeter, kita buat muncul klep nya 29 milimeter dari pangkal head, gap dibuat 4.5 milimeter mas. “Bentuk kubah ruang bakar seperti biasanya ya mas ” pesan saya mengerling kan kode rahasia , hehehe.. ini yang tetep bikin dapur bini ngebul 😀 wkwkwkw…

testimonial 4

Gap lebar layaknya pacuan motor road race, berguna untuk mendapat area overlaping yang tinggi , sehingga tenaga di putaran atas membaik. Disokong oleh aplikasi untuk pir katub milik CS-1 agar tidak terlambat mengembalikan klep exhaust di putaran 10.000 RPM. Sayangnya kok telat nemuinnya, malah pakai pir katub shogun sempat patah pir katub nya kena lobe lifter cam 7 milimeter, hasil dari pemangkasan noken as 1.5 milimeter. Untung ga patah klep nya, fffiiuuhhh… Kalau penari dangdut goyang patah-patah mah, aaajjjiiibbb 😀

Area intake port kita papas 5 milimeter, porting dibuat kotak – maunya meniru desain suzuki satria Fu150, hehehe… kebanyakan garap mesin FU jadi keblinger gini ^_^  eh, ternyata enak banget kok 😀 Sekali-kali gak ngikutin Graham Bell kan gak dosa 🙂 Terpenting kita tahu prinsipnya, yang diinginginkan adalah aliran udara berkelok kesamping, bergumpal di area dekat bushing klep, lalu dihajar membentuk badai homogenus masuk ke silinder saat katub terbuka. Malahan menurut david vizard, asimetrical porting akan membantu membentuk swirl, dan dari buku teori dasar mesin torak, efisiensi ruang bakar yang mampu mencegah detonasi adalah campuran udara/bahan-bakar yang berputar ter-aduk2 dalam silinder. Oleh karenanya kita berani mematok perbandingan volume yang disapu dengan volume yang ditinggalkan hingga 11.5 : 1.

Tak lupa teknik modifikasi terbaru kita terapkan, valve back cut, ini kuncian yang menambah efisiensi area porting menjadi sebesar 30%, area kiri – kanan bushing klep kita lebarkan 110 % dari diameter klep intake. Hasilnya, Nafaaaaassss terus gak habis-habis motornya, puncak kecepatan 120 KPJ di gigi 3 kemudian pindah ke persneling final masih mau ngepot ban belakangnya waktu saya menguntit mas wawan yang ngebut test ride pake vega, sedangkan saya pake MX 135 cc korek ringan sudah nyerah, ngeri…!!! Mas wawan pun melesat makin jauh… Lucu juga ngeliat pantat mas wawan nungging di depan gitu hahaha! dasar bapaknya Attaya, besok kalau anaknya udah gede, biar ini jadi cerita buat dia kalau ternyata dulu bapaknya mau jadi pembalap gak kesampaian hahhaha 😀

wpid-Screenshot_2013-03-09-03-02-30.png

Padahal jantung dapur pacu mesin Yamaha Vega ini hanya kita rubah memakai piston kawasaki kaze oversized 1 milimeter, piston ini masih menjadi andalan dari jaman dulu, hanya sekarang tinggal bagaimana pintar kita mensiasatinya. Disini serunya, karena blok vega lebih rendah 2 milimeter dibanding Jupiter Z atau Vega R new , inilah kesempatan membentuk dome pistonnya layaknya piston FIM – izumi. Piston yang muncul dari blok di beri tanda garis dengan pisau, piston direndahkan hingga 0.5 milimeter dibawah garis itu, dan dome yang terbentuk dilesakkan ke dalam ruang bakar. Mantep To, enak To… 🙂 Tak lupa speeling kedalaman coakan klep pada piston diberi lebih dalam + – 1 milimeter dari posisi overlaping klep. Kalau menurut Tom Monroe, dalam bukunya Engine Builder Handbook, sebaiknya kedalaman coakan klep exhaust pada piston diperdalam, karena kecenderungan klep buang dalam posisi turun hanya mengandalkan kekuatan pir klep untuk mengembalikan posisinya, jika terlambat maka fatal akibatnya – merusak head-klep-piston-liner. Sudah sadar kan, kenapa seringkali klep buang yang mengalami kebengkokan atau bahkan patah? Ya-ya-ya ndak perlu berterimakasih begitu…

Blok pendek, piston bisa dibuat nge-dum 😀

Dengan jantung sebesar itu, potensial  kubah ruang bakar masih bisa dipacu dengan katub milik Honda sonic dengan dimensi 28 / 24, tapi toh ini untuk riset siapa tahu dapet pesenan juga untuk bikin mesin MP 3, kan dengan katub 26 / 22 , anggap aja motor pembalap pemula tapi tetep kudu bisa galak 🙂 Supplay bahan-bakar masih mengandalkan milik jupiter z, pilot jet # 25, main jet # 110. Tanpa reamer, intake manifold standard. Box filter terpasang supaya debu tidak tersedot waktu motor dibawa ngebut nyalip bus, atau truk. Gasss terus pokoknya.

Ubahan lain di sektor kampas kopling, kita mengandalkan kampas kopling racing dari Indopart, pir kopling dari motor jambret, yamaha RX-KING, balancer 900 gram. Magnit standard, cdi 4st, coil standard. Tidak ada yang istimewa memang, toh butuhnya hanya transfer tenaga. Lebih dahsyat langsung ubah gigi rasio , ditata pada sekunder nomor 3 dipakai mata berjumlah 30. Membuat reduksi dari gigi 2 ke 3 lebih rapat dan cepat, dan masih menyisakan nafas pada gigi 4. Hasil top speed jarum speedometer mentok cukup lumayan lah, digapai dengan mudah melalui final gir depan 15 – belakang 35.

Antrian head untuk dibubut, tukang bubutnya ngopi di warkop sama saya hahahhaha 😀

Muffler dipercayakan oleh bang Zaeni, dimodel megaphone, untuk mengejar putaran atas, silinser mengerucut kecil, pipa 25 milimeter pada leher, disambung 27 milimeter di step ke – 2, silinser 15 milimeter adalah lubang kasa, dengan jumlah lubang pada pipa 16 buah dengan diameter 6 milimeter.

Cak Agus, lagi sibuk mendesainkan knalpot orderan mas wawan R.A.T

Ffffiiiiuuuuhhhh… kayanya ketagihan nih bikin motor trek panjang, kapan dapet orderan jupiter lari 185 kpj, ya… rasanya bukan mimpi kalau dana nya ada… 🙂 Itu rahasiamu saja ya Allah, dan kami bersyukur atas apa yang telah ditorehkan hari ini.

Tetap Sehat – Tetap Semangat, Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari.

R.A.T Motorsport

Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO

085645577007

2824fef0

mail us : dragswega201@yahoo.com

 

Specification of Tuning :

– Head Port & Polished by R.A.T

– Mp 3 / Mp 4 customized cylinder head , 38mm combustion chamber axis, 26 mm inlet , 22 mm outlet

– Back Cut Valve modification

– Piston Kaze o.s 1.00, customize piston, deep relief

– Camshaft 255 degree, valve lift 7.6 inlet, 7.8 outlet, made by R.A.T

– Spring valve Honda CS-1

– Clutch Suzuki FR80 Indopart, Clucth spring Yamaha RX-King

– CDI Yamaha 4ST

– Knalpot Customize by R.A.T


Porting head Satria F150

Alhamdulillah,

Bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk terus berbagi cerita dengan kawan-kawan semua, disela kesibukan bengkel yang semakin padat berisi  ( hahahha… awas jangan mikir ngeres :p ), dikejar-kejar deadline, akhirnya kami dapat membagi sedikit ilmu dan kesempatan yang diberikan oleh ALLAH Swt kepada kami dalam hal modifikasi mesin, hehehe… kalau tentang fatwa rokok mah kita belum ada waktu untuk menelaah :p

Kiks RAT pusing liat beginian 🙂

Di awal tahun 2010 ini, kami awali dengan membuka sedikit rahasia korekan dahsyat suzuki Satria F 150, berbekal kemampuan yang dimiliki mas wawan dalam membidani mobil balap drag saya dulu, tentu bukan hal yang sukar memahami kinerja mesin berbasic dua noken as dalam satu kepala silinder atau terkenal dengan istilah DOHC. Apalagi selama ini, spesialisasi kami dalam menangani mesin 4 klep, seperti yamaha Jupiter MX tidak pernah berhenti dalam belajar, riset, dan inovasi. InsyaALLAH, korekan simple ini akan sangat mengena.

Head racing satria F150

Fokus tetap pada modifikasi sektor otak tenaga motor 4 ketuk, yaitu pada desain kepala silinder, noken as, konfigurasi katup, jalur pemasukan dan pembuangan bahan-bakar, serta perbandingan kompresi. Katub standard yang berdimensi 22 milimeter pada inlet dan 19 milimeter pada outlet, pastinya langsung kita lengserkan, lha wong MX aja biasanya pake katub Satria F bahkan spec 2010 mengadopsi katub yang lebih besar lagi, masak satria F pake katub standardnya, lha nanti kalau ditengah jalan disalip MX dikiranya Sulapan, trus setengah percaya ga percaya hehehehhe 😀

dial cam satria F

dialing cam satria F150

Sebenarnya apa kurang besar sih katub standard FU? Untuk desain motor standard itu sudah lebih dari cukup. Dengan dimensi piston berdiameter 62mm, katub inlet fu yang berdiameter 22mm itu kalau di konversi menjadi single valve aslinya sudah sebesar 31mm. HAH?! Gede banget..?! Ga percaya? mari kita hitung, luasan area tiap katub Fu senilai 380 mm persegi, didapat dari perkalian konstatanta Phi dengan kuadran jari-jari katub. Hasil itu dikalikan jumlah katub yang sebanyak 2 biji, didapat 760 mm persegi. Nah luasan ini akan kita pakai untuk mencari diameter katub jika Fu itu memaki single valve saja, maka 760 dibagi konstanta 3,1416, hasilnya kemudian di akar kuadrat untuk mencari jari-jari katub bayangan. Ketemu hasil akhirnya = 15,55mm itu jari-jari katubnya. Nah kalau diameternya berarti ya 31mm toh. Bandingkan dengan tiger yang memiliki piston 63.5mm dengan katub inlet 31.5, fu memiliki bore to valve ratio lebih besar dibanding tiger. Tapi itu kan untuk ukuran standard…

Suzuki satria F 150

Kalau modifikasi ya langsung saja benamkan klep 24/21mm ke kepala silinder Satria F, untuk mengimbangi silinder yang dijejali piston SCORPIO. Ukuran itu sudah cukup pas seperti bawaan Scorpio yang berdiameter klep inlet 34mm. Torsi lebih besar, disokong dari kapastitas torak silinder yang membeludak 8mm. Nafas mesin disokong dari dimensi katub lebih besar, alhasil bisa dibentuk ulang geometri porting yang lebih luas.

Bore UP Suzuki Satria

Ditambah angkatan noken as setinggi hampir 8milimeter. Untuk mendesain noken as satria F150 ini, kita pun meriset alat bubut noken as yang baru, selain buka-buka lagi buku noken as, ngerpek hehehehe… Alat yang baru  dengan fitur pengunci durasi, memaksimalkan kepresisian kinerja cam, sehingga antar 1 lobe cam dengan lobe yang lain dapat ketemu titik phasing yang sama serta profil cam serupa. Dengan adanya pengunci durasi ini kita jadi lebih mudah membikin kem, tinggal tetapkan patokan yang dimau, nyalain mesin kem, tinggal merem juga jadi deh hehehehehe…

Belajar tiada henti…

Mesin bubut cam terbaru, lebih stabil, lebih presisi

Venturi karburator agar dapat mensupplay nafas tenaga mesin minimum 28 milimeter dengan sistem bukaan skep langsung bereaksi terhadap kabel gas, tidak seperti karburator bawaan motor yang lemot… heheheheh ga sporty banget.

Kemudian bagaimana mensiasati bentuk porting satria F150 yang cenderung oval? Jangan pusing, lha wong porting Bajaj pulsar yang bentuk kotak aja kita bisa pecahkan solusinya, apalagi ini… yeekkkk guaya… langsung ditimpuk sandal dah kalok belagu 😀

Pada jaman dahulu kala, saat berguru di padepokan silat, sang suhu racing mengajarkan ilmu konversi geometri oval ke dalam bentuk bulat. yaitu panjang +  tinggi, dikali 50 %. Waktu itu saya ga percaya eh disuruh nyopot karburator motor jupiter saya, disuruh ngukurin, trus suruh bongkar n bersihin karburator sekalian, lalu ukur diameter tabung skep jupiter, eh lah kok sama dengan rumusnya… nemu nang di wong iki rumus koyo ngene, apes deh kena dikerjain suruh bersih2 karburator gara2 ga percaya wkwkwkkw 😀 Ya sementara ini pake rumus itu dulu sampai nanti saya temukan rumus yang lebih presisi pake sin cos tangen , kalok makin rumit kan kayaknya lebih keren gitu hehehehe…

Porting head satria F150

Akhirnya dengan patokan itu, mas wawan langsung saya komando untuk melebarkan porting satira f sepanjang 30 milimeter dengan tinggi sebesar 26 milimeter. Didapat hasil konversi porting sebesar 28 milimeter, ya cukupan lah untuk mengatur gas speed dan velocity satria F yang rendah karena langkah nya pendek. kalau portingnya kebesaran justru bisa-bisa motor jadi boyo n ngos-ngos an… Gawat tuh.

Sama halnya  dalam porting exhaust suzuki satria 120 R, kalau exhaust port ketinggian, durasi terlalu besar, rasio kompresi dinamis rendah otomatis motor loyo, kecuali squish pada silinder head dipadatkan dan minta bahan-bakar oktan tinggi baru mau, ya tapi kan ga cocok kalau buat harian…

Satria 120 R

Eh kok jadi bahasin 2 tak ya ehehhehe… tapi seru juga kok modif suzuki satria 2 tak, jadi inget masa SMA dengan desain knalpot 3V3, plus dibenamkan piston dari motor sport RGR 150cc… karburator SP 28mm, biuuuhhhhhh… ngeri! Tapi menyangkut masalah knalpot suzuki 2 tak ini, dari dulu, jika tukang knalpot ente mau berkata jujur, pasti bilang susah menemukan setelan yang pas, apalagi jika basic korekan mengandalkan knalpot standard meski silincer sudah dibenami pipa 20 milimeter. Namun dengan perhitungan yang ada, paling tidak kita bisa membuat desain yang ideal untuk karakter mesin tertentu. Tinggal ketelatenan mekanik lah yang menentukan hasil akhir setingan.

Blok satria 120 R

Tuning Blok Suzuki Satria

Kalau ini porting untuk karburator gede 😀

Lanjut ke satria baja hitam kita, selesai desain mesin, kita cari aksesoris pelengkap pembangkit tenaga, otak pengapian kita percayakan REXTOR untuk menyelaraskan kurva dengan laptop. Kemudian gas buang kita belanjakan dari produk CMS, lekukan dan dimensi pipanya menarik hati, meski 20 lembaran uang merah harus dikorbankan pemilik motor untuk meminang knalpot istimewa ini. PERFECTO DE ITALIANO 🙂 Keren modis gaul dan bisa dibuat balap… ya Satria F150.

Leher pipa knalpot CMS

Tetap Sehat – Tetap Semangat – Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari

R.A.T MOTORSPORT

Raya Bypass Juanda No. 1, SIDOARJO

contact us : 085645577007


Korek Harian Honda Supra X 125

Posted: 14 Maret 2010 in Tak Berkategori
Tag:, , , , , , , , , , ,

Alhamdulillah ya rabb,

Bahagia saya pernah berjodoh dengan mas Donny, pria bersahaja dari Purwokerto yang berangkat jauh-jauh mengembangkan ilmu korek mesin di R.A.T. Perjodohan kami berasal dari weblog ini, kemudian dari saling bertukar pikiran melalui sms, dan chat di facebook, membuat saya menyadari bahwa masih banyak orang-orang gigih dengan semangat dan kemauan besar untuk terus belajar tanpa harus dihalangi usia. Mas Donny, bapak 1 orang putra yang dinamakan Awan – sebagaimana besar dedikasinya untuk membahagiakan sang putra -, pengalamannya bertahun-tahun di bengkel spesialis vespa dan kemudian di bengkel umum mebuat basic engineeringnya sangat kuat dalam menganalisa dan inisiatif kerja yang cekatan. Istilah bahasa inggrisnya : gampang nyandak 🙂 alias diberitahu sedikit, langsung paham. Syiiippp Syiiippp Syiippp. Tugas pertama mengorek cylinder head yamaha jupiter z sekaligus membentuk noken as untuk spec kiriman dari bandung purna sudah dengan istimewa, saat pak boss di sms balasannya : “mantab!”. Fffiiiuuuhhh…

Oleh karena itu, betapa piawai  ia mempraktikan analisanya dan nalarnya dalam tugas pertama mengkorek ringan 1 motor penuh Honda Supra X 125 yang terkenal lamban berakselerasi, konsep matang kami diskusikan bersama, akhirnya jatuh pada pilihan bore up. Piston dipilih dari pabrikan kawasaki, dengan dimensi 54.5mm, piston dibenamkan dengan me-colter buring dengan clearance 0.03mm dipoles mulusssss. Sementara menunggu proses selesai, ia fokuskan pikirannya pada cylinder head. Setelah dikalkulasi dan dianalisa secara logis, langsung saja port inlet dan outlet di grafir ulang dengan indahnya, volumenya dibesarkan hampir 2 cc dari standardnya, inlet dibiarkan kasar, outlet dipolish, selesai. Noken as diamati, ditancapkan ke mesin dial gauge, diukur, ditelaah, langsung digarap durasi dan lifternya. Eh, tidak terasa udah hampir maghrib, leren dulu lah kalau begitu… 🙂 lagipula wajah pak donny sudah kuyu heheheheh 😀

Pak Donny

Bapak Donny

Blok piston kelar dari jebakan antrian di tukang colter, segera dimasukkan ke lembah tukang bubut, untuk antri mendesain ulang permukaan piston sesuai kompresi yang diharapkan. Pemapasan 0.8mm, ditambah bentuk ulang fris coakan klep untuk menghindari benturan dalam terhadap klep. Karena selain noken as menjadi semakin tinggi, Plus otak pengapian rencana mengandalkan pabrikan racing honda BRT yang membuat mesin semakin teriak lebih tinggi, maka untuk menghindari Floating Pir klep diberi dalaman dari bantuan motor honda supra lama.

Piston racing

Piston custom Honda Supra 125

Cukup adopsi klep standard

Porting Stage 1

Noken as grindingan pak Donny

Melihat hasil karyanya yang istimewa, meski hanya sekedar untuk korek harian -bukan aplikasi balap- detail-detail kecil diperhatikannya. Print out lengkap dari web R.A.T yang ia pelajari tanpa disadari dengan cepat merasuk dan menjadikan hasil karyanya menyatu dengan aura R.A.T bangeetttzzzz… 🙂 Setelah menyatukan semua komponen dan melakukan seting karburator. Beehhh… Lumayan binal lah supra nya. Sukses itu terus berlanjut ke korek mesin motor lainnya, baik untuk aplikasi harian saja, ataupun kiriman mesin untuk drag – road race kami bangun bersamanya.

Halaman ini sengaja kami buat dan kami dedikasikan untuk mas donny, semoga ilmu yang dibagikan menjadi amal yang baroqah. Meski sekarang sudah balik lagi ke Purwokerto, atau dimanapun ia,  keluarga besar R.A.T motor selalu mengingat suka – duka bersamamu. We miss you, pak. ^_^

Paket mesin balap Honda Supra X 125 by R.A.T MOTORS

Tetap Sehat, Tetap Semangat!! Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Alamat : Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 53aac505 / 2768B1D5

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

insta : ratmotorsby


Duo Cylinder Head, yang satu menunggu giliran

Duo Cylinder Head, yang satu menunggu giliran

Mencari sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin adalah hal yang selalu kami kejar, begitu pula untuk memuaskan hasrat sahabat kita Mr.E yang menunggu mesinnya being under construction. Ini adalah persembahan kami bos. Bore Up 250 cc menuntut adanya perubahan sudut klep dengan membenamkan diameter payung oversize 2.00 dari ukuran standard, kita sengaja memakai rasio 0.46 untuk mengail torsi mesin ini, karena desain engine yang berubah karakter dari kecenderungan Square menjadi Overbore, jika memaksakan diameter klep lebih besar lagi rideability pada putaran bawah-menengah akan sangat ter korbankan. Sebenarnya patokan ini terinspirasi dari cylinder head Bajaj pulsar 200 cc yang berkonfigurasi 31mm dengan diameter bore 67mm, menghasilkan tenaga yang begitu enak dan lembutnya, mana juga masih irit bahan bakar, hmmm…Senyawa antara counter balance weight Honda, Piston Yamaha, dan konfigurasi klep India, semoga menghasilkan performa mesin Jepang yang kejam layaknya samurai namun lembut seirama tarian India Wahahahaha… 🙂

tabel ukuran klep untuk balap

tabel ukuran klep GRAHAM BELL untuk performa

Pengalaman kami sebenarnya saat rubah sudut klep dari tukang bubutnya sudah dilengkapi dengan packaging sekalian klep nya, sayang setelah dibawa ke bengkel kualitas klep tidak sebagus yang kami harapkan… Karena ini adalah usaha custom klep kami yang pertama, benar-benar membuat klep baru. Dan dari sinilah hikmah itu muncul. Kami jadi berusaha mencari informasi, dimana sih yang bisa bikin klep istimewa sesuai permintaan kami. Akhirnya seorang sahabat memberi kabar, bahwa ternyata di dekat Rumah Bengkel kami ada sebuah workshop yang mampu menangani hal itu, jadi gak perlu lah mendatangkan dari Jawa Tengah, ataupun beli klep racing setengah juta itu, kita ingin semua made in surabaya, biar manteb gitu lho rek suroboyo maju bareng, Ayo Ayo!! Semua bersatu 😀

Head Tiger Klep Gede -ini pic lama baru dari tukang bubut yang update ntar... -

Head Tiger Klep Gede -ini pic lama baru dari tukang bubut yang update ntar... -

Maka terciptalah Klep custom made by R.A.T dibuat khusus pesanan bahan dari Germany alias Jerman, apa istimewanya? Tentu beda, klep dengan bahan baja yang lebih banyak, bukan hanya lapisan saja, lebih mampu menerima tempaan panas. Cara pengujian kami simple, mau tahu klep itu bagus atau tidak ya cukup kamu tes lawan medan magnet apakah dia lengket kaya perangko atau tidak mau lengket???! Kalo mudah lengket kaya gambar dibawah berarti tuh bahan dasarnya kebanyakan dari besi ee… cape de. Kalo non magnetic base, wah… manteb kui. Bukan hanya Klep Ex, klep In juga 🙂 Maknyusss… leher inlet mengecil seperti klep adik kelas kita karena itu memang memberi velocity yang lebih bagus. Payung klep berdesain tulip dengan radius yang mengarahkan outflow lebih bagus.

Klep seharusnya bersifat n0n-magnetic

Klep seharusnya bersifat n0n-magnetic

Dibuat di workshop yang biasa menerima order Klep untuk mesin kapal, dan wow… ternyata kita adalah bengkel motor pertama yang order ke dia, padahal di depan bengkelnya juga ada bengkel-bengkel mobil dan motor, kok ya gak pada tau Huehehehhehee… Sampai Koh yang punya workshop ngatain kita mekanik ngeyel karena kita balik 3 kali buat merayu-rayu supaya mau 🙂 Halah… mau membuatkan klep itu maksudnya heheheh

Mengagumi klep kapal yang gede-gede

Mengagumi klep kapal yang gede-gede

Terus terang ongkos pembuatannya lebih tinggi, mana kita cuma order 2 biji, In dan Ex tok ndil buat satu motor, dengan ukuran batang 5.5mm dan payung klep 33/28. Klep inipun harus rela ditebus demi performa mesin yang handal 🙂 Lagipula sang engkoh yang punya Bengkel bubut menjamin barangnya Ciamik soro tahan ampe lebih dari 16.000 RPM, weleh… gak mau bikin mesin Moto GP kok om… Wkwkwkwkw

Klep RAT Racing

Klep RAT Racing

Permukaan Yang Kinclong

Permukaan Yang Kinclong

Disandingkan Dengan RACING SPRING VALVE

Disandingkan Dengan RACING SPRING VALVE

Hufff… oke deh, sekian dulu masih banyak kewajiban menanti… Sekarang sibuk mengulur kabel roll, mau menyalakan Foredom dulu buat nge-Zuuunggg inlet port dan exhaust port, pokoknya Hi-CFM port deh… Tetap Sehat, Tetap Semangat biar bisa modifikasi mesin tiap Hari! Gas Polll…!!!

H.Wawan Night Vision Porting Mode : ON! Heheheh

H.Wawan Night Vision Porting Mode : ON! Heheheh

R.A.T MOTORSPORT .: Rumah Semua Rider :.

STREET :: RACING :: DRAG

Visit Our Garage @ Desa Tropodo Indah Blok N no. 26-28

Waru — Sidoarjo , postal code : 61256

Engine Customizing, Performance Upgrade, Camshaft Grinding, Bore Up, Stroke Up, Big Valve

CP : D.Swega [0856.455.77.007]