Posts Tagged ‘ecu racing’


Alhamdulillah,

wp-1483272842014.jpeg

Alhamdulillah,

Ada saja yang mengajak belajar bersama. Terlebih special karena medianya motor injeksi. Adalah yamaha mx king , sang pemilik ingin nya tanpa bore up tenaga standarnya yang cuma 13dk an disulap. Sulap nya mekanik sih ga cukup dengan tepuk tangan prok prok prok lalu jadi hehehe, ya memang butuh riset dan pengembangan. Artinya kesabaran , keuletan, ketelatenan demi tujuan bersama.

Karena udah kebiasaan bore up, menaikkan tenaga mesin tanpa bore up menjadi agak mumet apalagi motor ini dibekali sistem fi. Ah, tapi asyik jadinya kalau besok-besok ada yang mau riset juga jadi lebih mantap.

Dapur Pacu block dan head

Silinder piston diganti pakai forged yang lebih tahan panas dan tekanan karena kompresi akan kita naikkan untuk memacu tenaga.

Jalur masuk dan buang di porting ulang, tak banyak diambil hanya fokus di bowl area. Meski diameter klep tetap mengandalkan standar, karena batang 4.5mm dengan diameter 19 dan 17 sudah cukup ringan, sentuhan back cut valve diandalkan untuk menambah sedikit ekstra airflow 

Reamer Throtle dan velocity

Untuk memperangkap udara lebih banyak ke silinder, throtle body di reamer habis  supaya nafas di putaran atas semakin panjang. Tak lupa dibuatkan corong velocity stack. Sehingga udara yang masuk ke silinder lebih fokus dan padat. Tentu mesin makin responsif. Pas!

Ecu sang otak

Pemilihan otak pemroses data mesin menjadi krusial, kelengkapan fitur tuning serta data loging diperlukan jika ingin mendapat informasi kebutuhan mesin. Apitech Ecu disanding menjadi pasangan setting. Tidak perlu membahas apa kelebihannya ntar dikira promosi, hehe tapi apa sih yang perlu dilakukan dalam ecu tuning?

Meratakan AFR adalah kunci utama. Kondisi stoikiometri campuran udara / bahan bakar adalah di kisaran 14,7 : 1. Untuk harian bisa di kisaran 12 an untuk mengejar performa. Artinya setingan bahan bakar di perkaya. Untuk membakarnya dan menjadikannya tenaga pengapian ikut di advance hingga 42 derajat. Karena belum pernah set up pakai ini sebelumnya, sampai-sampai kita konsul ke negeri tetangga hehehe kalo malu bertanya ya sesat dijalan lihat mapping nya aja serem.

wp-image-448381817jpeg.jpeg

Tak lupa mesin dipatok limiter di 12,000 rpm. Penting aman dulu buat harian.

Knalpot Custom

wp-image-939957401jpeg.jpeg

Sayangnya fustep masih bawaan standarnya, jadi untuk mendesain knalpot yang minim halangan sangat sulit. Mengingat harus melewati pedal rem dan pijakan kaki, mana harus tidak nyenggol cover body. Akhirnya leher knalpot kita buatkan sendiri lantas silincer menggunakan wrx k2 150cc. Suara tetap nge bas bulet dan bertenaga.

Noken As Customize

Tidak ada perbedaan antara desain noken as mesin sistem karburator dan injeksi, justru ketika di mesin injeksi kita pakai cam yang lebih wild masih enak dipakai. Lifter cam dipatok di angka 8.5mm dan overlap 2.2mm, durasi 260 dirasa tidak terlalu overcam untuk mesin standard. Tidak ada bahan bakar yang nyembur balik ke karbu, motor tidak ndut-ndut an. Lebih mudah di seting karena ECU menyesuaikan bukaan respon gas / thrtole dengan rpm mesin.

Alhamdulillah, setelah seting ecu kelar dengan meratakan AFR ketemu power maksimal 20,5 dk , disyukuri dulu meski ga nyampe target kita hihi, padahal modal torsi sudah 15.5 … Hmmm , kapan kapan belajar lagi biar bisa 22dk an 😇 amin…

Tetap sehat, tetap semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari. 

  • Rat Motorsport Indonesia
  • Jl raya bypass juanda no.17
  • Sidoarjo – jawa timur
  • 085645577007
  • Pin : 5E776F9B / 5511f334

wp-1483272895494.jpeg

Iklan

STAND ALONE ECU VS PIGGYBACK

image

Bukan karena gaya judulnya ditulis pake bahasa inggris, soalnya kalo diartikan ke indonesia jadi lucu, berdiri sendiri ecu melawan kantong babi, apaan sih. Wkwkwkw… Mending kalo batman vs superman diartikan juga masih masuk, uda nonton belum sama yayankmu? Jomblo yaa wkwkw… Kembali, Ecu & piggyback adalah alat elektronik pada kendaraanmu yang berteknologi injeksi sebagai otak pengatur kinerja mesin berdasarkan masukan banyak sensor yang ada.

Ketika kamu sudah main korek mesin buat naikin tenaga, akan tiba saatnya kamu butuh menseting komputer motor supaya cocok dengan ubahan mu. Ada yang cukup senang dengan ecu bawaan motor dan menyeting co saja, sayangnya ngga semua ecu bisa diseting co oleh dealer pabrikan. Lantas apa perlu dibajak dan di remaping? Pada modifikasi mobil hal ini seringkali dilakukan dulu, tapi ke motor, banyak pilihan bagi kita untuk menginstal fuel adjuster, piggyback, hingga mengganti ke programable ECU. Apa sih tujuannya? Lalu saya kudu pilih yang mana?

image

Stand Alone ECU’s

Adalah ecu performa tinggi yang menggantikan keberadaan Ecu standard pabrikan dan mampu melakukan semua yang dilakukan ecu standar ditambah bisa kamu seting sendiri. Kemampuan membuka limiter rpm mesin, mengatur debit semprotan bahan bakar, mengatur kurva pengapian adalah kemampuan tuning dasar yang dicari. Fitur tambahan extra banyak ditawarkan oleh pabrikan ecu performa tinggi yang bisa kamu cocok kan dengan kebutuhanmu, seperti data logger, quickshifter, pengaturan debit extra injektor maupun kemampuan mengontrol semprotan Nos maupun boost Turbo. Jadi bisa keren kan modifikasi motormu hehehe..

image

Kenapa di balap ini sangat dibutuhkan : Utamanya karena parameter ecu bisa kita modifikasi jadi tuner bisa leluasa menambah, mengontrol dan merubah susuai kehendak akan situasi yang ada.

Kedua, parameter yang lebih rumit dan teliti akan lebih disukai sehingga setingan benar benar bisa disesuaikan terhadap modifikasi yang kamu lakukan. Karena tiap mesin tentu akan berbeda meski dilakukan ubahan yang sama. Kemampuan untuk secara spesifik menyeting motormu adalah nilai lebih dan mahal.

image

Terakhir, tak ada batasan lagi untuk modifikasi yang kamu lakukan, karena kamu bisa menambahkan apapun dan terus mencari tenaga tanpa batas karena kamu bisa menyesuaikan ulang (re tune) setingan ecu mu lagi.

Lalu apa kekurangannya? Memakan waktu untuk set up, karena detil parameter setingan berarti butuh kejelian dan ketelitian mekanik untuk kesempurnaan seting baik uji coba di track maupun dynotuning , tak cuma mengandalkan base map. Oleh karenanya jasa set up ecu yang serius tentu akan ada harganya serta copy set up ecu motor lain, atau tim lain menjadi rahasia mahal, bukan lagi di noken as , head atau mekanikal parts lagi.

image

Piggyback ECU

Ada yang pengen praktis tanpa perlu takut tentang kontrol mesin lain akan jadi berjalan tidak normal, mereka akan memasang piggyback. Yaitu, sebuah komputer ekstra yang terpasang bekerja selaras ecu standar bawaan motor.

image

Prinsip dasar kerjanya, Menghadang sinyal dari sensor sebelum ke ecu dan memodifikasi sinyal itu sehingga ecu akan tertipu dan bekerja sesuai yang kamu mau. Contoh, jika kamu pengen ecu nambah semprotan bahan bakar, kamu akan mencegat sinyal dari kabel o2 sensor dan memodifikasi sehingga ecu berpikir mesin sedang keiritan sehingga ecu akan menambah bensin. Metode lain adalah membajak Maf sensor dan bilang ke ecu ada banyak udara masuk ke mesin dan lagi ecu akan mengimbangi masuknya udara dengan penambahan bahan bakar.

image

Keunggulan piggyback adalah lebih mudah dipasang dan diseting, serta pasti harganya murah. Tanpa harus khawatir akan sensor check engine menyala karena tidak cocokan sensor dengan input parameter ecu.

Namun tentu saja kemampuannya dalam mengahsilkan tenaga dan performa tinggi akan kalah dengan stand alone ecu. Karena akan ada banyak batasan ruang yang bisa untuk dimodifikasi, karena ia tidak berkehendak sendiri masih ada parameter batasan ecu standar sejauh mana bisa kamu tipu.

Karena kamu main tipu-tipu sensor maka, mau tidak mau kamu harus potong – sambung kabel bawaan pabrik, dibanding ecu yang plug n play. Jadi mana yang kamu pilih? Itu adalah pertanyaan bagi kantong kita heheh

Kamu perlu menengok tujuanmu, ada ngga stand alone ecu plug n play tersedia buat motormu, anggaranmu, dan seberapa banyak power yang ingin kamu dapat, masih perlu ga kamu menjaga emisi gas buang… terakhir, jangan lupa have fun hehehe..

image