Modifikasi Honda Tiger ELEANOR DOHC : it’s a love journey of a Man with his Bike (chapter 3 : rahasia dibalik tenaga 35dk )

Posted: 2 September 2016 in daily use, modifikasi mesin, tips dan trik
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Alhamdulllah, 

Sebenarnya disinilah awal perjumpaan antara RAT dengan mr.Ihsan, entah bagaimana beliau yang jauh di bandung dan kami di Sidoarjo bertemu? Lewat BBM seingat kami, dan awal nya malah saya sebut mr.I orang “gila” wkwkw … 

Hobby keren Modif tiger rekonstruksi ulang DOHC dengan block dan head fu yang sudah nembus 28dk masih ingin ekserimen lagi, apa ga gila, coba?! ckckck… besok kalau udah nikah semoga menteri keuangan ga rewel ya bos ku 😄😄😄 amiiin….

THE POWER HEAD BY RAT MOTORS

Setelah sharing-sharing , tak lama mr.I order power head big valve Fu ala RAT. Tadinya ngeyel pengen batang 5mm supaya kuat, kalau saya bilang justru bikin mekanikal kerja mesin berat. Mending batang klep 4,5mm udah ga nyalahin kodrat Fu. Kalau bisa malah batang klep cbr 4mm, keren hihihi, angel tapi carinya. Maka biar murmerceng, klep dipilih dari bahan klx250 maupun dari bajaj pulsar230 yang ringan dan kuat. Sebenernya waktunya topi klep make titanium nih… 😇

Tips meminimalisir gesekan akan lebih terasa,misal, di head tiger konvensional yang stem 5,5mm dirubah jadi 4,5mm kerasa banget sitimewa eh istimewaa 😆 Kalau masalah keamanan selama klep ga nabrak piston ya pasti aman di rpm tinggi. Trus kalau mau lebih kuat klep nya suruh minum jamu hihihi… kabur… 😄😄😄

Lagi lagi ga pede ketika disodorkan konfigurasi klep 25/22, sedangkan pada head sebelumnya sudah aplikasi klep thunder yang ber diameter 25,5 / 22,5 tapi batangnya 5mm 😩😨😧 nanti kalau sudah tahu rasanya baru percaya… hihihi

Porting special request, hi-velocity type ala swega Rat sidoarjo mintanya… wkkwk la kalau ala motoman ya kirim ke amrik sana bos ku. Peningkatan kecepatan dalam porting no.1 dipengaruhi apa kawan? Desain klep dan valve seat. Kedua, desain ruang bakar nya. Ketiga, baru ngomongin porting di bowl area. Setelah semua halangan utama disikat dan arah aliran udara diperbaiki , baru terakhir cek ukuran.

 Dan hebatnya ketika semua arah itu benar, biasanya ukuran tidak jauh dari yang diharapkan. Karena lebih penting arah aliran udara ketimbang ukuran, dan mr.I tentu sudah banyak makan garam tentang hal itu. Untungnya ga jadi asin kebanyakan makan garam kwkwkwk

Head ini rencana dipadukan dengan cam special custom made by warkop performance yang sudah dimodif pake bearing bambu supaya makin enteng kitiran rpm nya. Ditambah pir klep FXR sebagai pengikat katup , pastinya makin mantap menyelaraskan kurva tenaga di setiap Rpm. 

Silinder di bore up lagi make piston Eliminator oversize 3.00mm. Cuma liner langsung diganti bahan diesel antisipasi heat transfer dari ruang bakar. Lantas oil cooler milik VIAR dipasang supaya pendinginan sempurna karena milik viar lebih besar. Bikin hati ikut adem ayem.

Sementara kontruksi kruk as tetap pakai honda CRF. Hanya saja bearing kruk as sudah diganti NTN japan kode hi-speed. Disini adalah pembelajaran efisiensi mekanis mampu mengurangi Engine loss power. Karena sejatinya ada tenaga yang hilang beriring dengan gesekan piston maupun ring, termasuk pula bearing disekitar kruk as disetiap putaran mesin.

Penyempurnaan juga dilakukan pada pensupplay udara dan bahan bakar, karburator diganti UMA 34mm kombinasi spuyer 38/128 pas dipadu padan dengan filter udara UMA juga tapi warna Pink. Imoet banget gitu lohh… cocok untuk sang putri 🙂 eh putrinya kan sadis ya, kok aksesorisnya imut. Tapi ya lumayan e ini filter udaranya 700rebon mbokkk… demi volumetric efficiency.

Untuk menyalurkan daya supaya tidak sia-sia, primary draft gear dirubah menjadi 1 mata lebih berat. Pula, close rasio set spec tiger turing disematkan. Jadi tenaga tidak ada yang terbuang sia-sia. Yang terbuang mending di sampah… 😷😰 apaa cobaaa … 

Knalpot akhirnya nurut saran tubagus denmas swega RAT, diganti freeflow, karena silincer itu menjadi kuncian anrara pengatur tenaga dan suara. Merk CLD dipakai untuk mengawal keseharian Eleanor di jalan. 

BLARRRR…!!! Raungan mesin tiger diatas dynobench kini sudah mencapai 35dk dan torque 26nm. Nah kalau diatas dyno angka torsimu lebih besar dari kapasitas silinder dibagi 10, maka sudah nilai 8 bro rapornta. Lha ini 240cc kudunya dapet 24nm, eh la kok malah jadi 26nm,  kuat banget ya torque nya. Buat tanjakan kuat, buat di trek lurus kaya syaitooonnn…

So call me, Honda Tiger Eleanor… tanpa cinta tak akan terwujud sebuah cita-cita besar. Sudah cukup sampai disini? Hehe… tentu tidak, mengalahkan ninja korekan menjadi sasaran berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s