Meningkatkan tenaga motor dengan Teknik Bore Up dan Stroke up.

Posted: 10 Februari 2016 in modifikasi mesin
Tag:, , , , , , , ,

image

Pertama, kita harus mengenali dulu apa itu bore up – apa itu stroke up. Meskipun kadang ga kenal aja udah bisa sayang, cieee baperrr kwkwkw… Kalau menurut arti kosakata bore adalah diameter lubang silinder blok , sedangkan stroke adalah panjang pergerakan piston dari tma ke tmb. Lha kalah ditambahi up , maka bore up bisa diartikan memperbesar diameter piston, lantas stroke up adalah memperpanjang langkahnya. Ya nasib pria memang selalu berhubungan dengan memperbesar dan memanjangkan, apa hayo? Wakakakka…

Dunia kadang tidak adil, yang terlahir di benua amerika sana , harley davidson ada yang dari embrio nya udah dianugerahi stroke 111mm dan piston 96mm, wes dowo gede sisan, hahaha… apa ga memuaskan banget tuh. Kenyataanya motor asia, jupiter misalnya – stroke nya cuma 54mm piston 51mm, ampuuun tuhan… cuma separuhnya, lemesss. Tapi kita harus tetap bersyukur, karena disetiap ujianNya pasti ada rahmat dibalik itu semua, selama kita mau berusaha, banyak tukang urut yang bisa memperbesar dan memanjangkan agar kita bisa berkendara dengan gagah sejati. Ga cuma body nya aja gede gagah, tapi pelor nya buntu… kwkwk

Setiap motor memang ditakdirkan dengan kapasitas silinder masing masing. Kemaren kita sudah bisa menghitung kapasitas silinder, bahkan mengukur kompresinya. Nah pada intinya, baik stroke up maupun bore up adalah sama menambah kapasitas silinder, namun efeknya akan berbeda pada karakter mesin.

image

BORE UP!

Selama ini banyak pemilik motor yang meningkatkan tenaga dengan bore up. Caranya, dengan mengganti piston besar dan mengganti ulang liner di blok silinder. Kedengarannya simple dan praktis ya, kalau emang se simple itu tentu banyak cita cita yang terwujud indah, nyatanya dalam pandangan tuner banyak hal yang butuh perhatian untuk menghindari piston jebol, ga kenceng dulu gapapa penting ga meleduk hehehe.

Padahal kalau dilakukan dengan tepat, setidaknya peningkatan tenaga dengan bore up minim instan 30% bahkan kalau pendukungnya sempurna power bisa melonjak 2 kali lipat lebih. Syaratnya?
image

1. Pemilihan piston
Pemilihan piston untuk bore up adalah paling vital. Pertama pilih diameter pin piston yang sama dengan standar. Ga mau kan acara praktis jadi ribet karena kudu nge shock atau nge boss pin piston. Selain emang pas – harapannya juga lebih awet.

Jarak dari pin ke top piston juga butuh perhatian. Ga lucu sudah bore up piston gede tapi waktu dipasang pistonnya mendem banyak malah ngempos jadinya. Atau ketika dipasang top piston muncul banyak jadi kudu making alumunium, hadeh… kalaupun memang harus selisih, pilihlah piston blank atau piston oem yang top pistonnya maksimal selisih 1mm lebih tinggi dari standar, hal itu memberi keleluasaan tuner untuk menata clearance dan kompresi. Sudah banyak kok piston aftermarket untuk bore up.
image

2. Pelepasan Panas mesin
Perlu ganti boring ? Ketebalan liner menjadi vital untuk transfer pelepasan panas. Kembalikan ke ukuran ketebalan standar setidaknya setebal 3.8mm jika ingin penyekatan sempurna oleh ring piston, dan minimum tak kurang dari 2.5mm menurut para tuner di amerika. Ketebalan ini adalah diameter liner yang di dalam block cylinder, bukan yang masuk ke lubang crankcase. Karena ketebalan yang masuk crankcase bisa jadi adalah trik karena kita tidak ingin memperbesar crankcase.

Misal, pada mio standar , diameter lubang crankcase standar mio adalah 63.5mm , maka diameter buring yang bisa masuk adalah 63.5 – 1 mm = 62.5mm. Maka bisa saja kita bore up pakai piston 59,5mm dengan tebal liner di blok 66mm namun yang masuk ke crankcase hanya setebal 62.5mm.

Selain membuka tenaga, Knalpot juga vital untuk melepas panas mesin. Semakin bagus knalpot mampu melepas gas sisa pembakaran, melepas panas, maka semakin bisa kita mengisi silinder dengan udara dan bahan bakar yang segar untuk menjadi tenaga. Jika gejala mesin nahan atau lebih mudah panas, mungkin permasalahannya ada di salah satu ini.
image

3. Penataan kompresi
Rumus perhitungan kompresi sudah diberikan to kemarin , tinggal prakteknya aja kamu bisa nggak hehehe…

Penataan kompresi menjadi vital , utamanya dalam penentuan bahan bakar yang tepat nantinya. Lebih baik kerendahan daripada ketinggian. Awal penataan kompresi adalah mendem piston dari bibir block, bahasa tekniknya deck clearance. Pada intinya jarak minimum antara piston dan head berkisar 1mm, sehingga untuk harian mendem piston setidaknya diatur sama seperti standarnya, atau paling minim 0,8mm.  Sehingga jika ditambah paking head akan lebih aman.

Paking head bahan tembaga akan lebih memberikan kepastian dalam menyekat kompresi, dan juga pelepasan panas. Karena jika berbicara tentang performa tinggi , kita tak jauh dari tekanan silinder tinggi. Maka paking head yang bagus juga penting dan sesuai lebar piston yang baru. Ya memang kalau pengen bagus emang agak modal yaa wkwkkwk..

4. Desain ruang bakar
Hal ini pencapaian tersulit dalam riset, penentuan ruang bakar dan permukaan piston antara dome , flat ataupun cekung akan membawa karakter masing-masing bilapun ketemu rasio kompresi yang sama.

Kami lebih memilih piston dome, karena cylinder pressure dapat lebih meluap sehingga torsi pada putaran bawah menengah tidak akan kedodoran. Meski dome piston kami sarankan tak lebih dari 2mm untuk pemakaian harian, karena itu akan mempengaruhi flame travel atau perjalanan rambat api yang semakin bikin botak mikirnya. Hehehe…
image

Ruangbakar pun wajibnya sedikit menyesuaikan bila bore up kita sudah extreme, lebih dari 5mm misal. Diameter klep utamanya kudu diperbesar, sehingga porting dan camshaft lebih leluasa diolah oleh tuner. Tentunya untuk bore up sempurna memerlukan budget tidak sedikit. Konsultasikan dengan tuner anda bagaimana agar modifikasi bisa dihemat namun tetap mantap.

Stroke UP!!

Meskipun sama tujuannya , memperbesar kapasitas silinder mesin namun tidak seperti bore up, modifikasi stroke up akan melimitasi rpm. Namun tendangan putaran bawah diakui akan menggila.
image

Kuncinya seperti konsep “Pengungkit”. Bayangkan kruk as mu seperti kunci pas. Jika kamu mencoba membuka baut dengan kunci pendek, akan terasa berat membukanya karena kamu tidak memiliki daya ungkit yang cukup, namun setelah kendor sedikit kamu bisa memutar kunci yang pendek itu dengan cepat dan melepas baut dalam waktu singkat. Sebaliknya dengan pemuntir yang panjang, akan terasa ringan dalam mengendori baut namun kamu akan sulit untuk memutar kuncinya dengan cepat.

Kruk as bekerja persis sperti itu. Stroke yang panjang akan meningkatkan gaya ungkit sehingga akan lebih banyak torsi. Stroke pendek akan ke puncak rpm lebih cepat dan tinggi. Untuk motor korek harian, tidak ada salahnya untuk stroke up, toh kita jarang main rpm tinggi yang penting pas putaran bawah digas pasangan yang kita bonceng buru buru peluk kita karena mbentak tenaganya hehehe..  dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Machining Process
Kuncinya di pengerjaan , mesin bubut untuk stroke up kalau bisa pilih yang cnc atau setidaknya yang made in eropa dimana meja bubutnya tidak getar sehingga mempengaruhi center saat melubangi big end di daun kruk as. Setelah itu finishing ulang center as kanan kiri kruk as agar tak lebih dari toleransi 0.05mm. Balancing ulang bisa dilakukan supaya getaran lebih minim. Ya karena lebih banyak torsi akan menimbulkan gejala getar di mesin jika kita tidak mampu melepasnya.

Bearing kruk as dan setang piston sebaiknya diperbarui sekalian, demi menjaga kepresisisan hasil akhir. Anggaplah kita benar benar membuat sebuah kruk as baru dengan langkah lebih panjang. Kepresisian disini setidaknya menghindari belah dan turun mesin bolak balik hehehe…
image

2. Stroke to rod ratio
Pemilihan stang piston juga menjadi vital , jangan sampai sudah stroke nya makin tinggi stang nya dipendekin pula hadeeehhh… makin suram rpm tingginya. Perbandingan panjang stang dengan tinggi stroke paling tidak dijaga untuk tidak dibawah 1.45 : 1. Artinya misal kalau panjang stang tiger 105.5 maka dengan stroke 71mm masih diperbolehkan, karena 105.5 : 71 = 1.48 .

Ada beberapa pro kontra antara stroke up dan tentang stang piston yang bisa kita bahas lagi nanti, supaya kalian ga cape bacanya… Lha dikira wartawan RAT yang cuma 1 ini juga ga cape bikin tulisan wakakakkwkakw… yang penting kalau mau order bore up ama stroke up jangan lupa temennya disini.

Tetap Sehat! Tetap semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari.

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Alamat : Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

Bbm pin :  5AFC92EE / 54BBD4DE

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

Iklan
Komentar
  1. ulum berkata:

    mas mw nanya seputar stroke up, kemaren saya nyoba stroke up motor saya, spek 58, nah saya coba naik stroke 1,5 mm , maklum motor harian , tapi kok yg saya rasain tenaga motor malah kya nurun bukannya ningkat kira2 masalahnya dmnna ya, oh iya pas saya stroke up bobot kruk as tetep standar , stangnya juga , minta solusinya biar bisa maksimal pake pen stroke , terima kasih…

    • ratspeed berkata:

      Ga sembarangan untuk memodifikasi kruk as, kudu bisa nata ulang balance. Belum lagi ketepatan dalam perakitan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s