TIPS : cara menghitung volume mesin (cc) dan perbandingan kompresi

Posted: 7 Februari 2016 in tips dan trik
Tag:, , , , , , , ,

RAT – Dasar bagi semua yang ingin mempelajari modifikasi mesin maupun ingin mengikuti kompetisi yang memiliki batasan regulasi , drag misalnya batasan kapasitas silinder ( volume mesin ) , ataupun roadrace – batasan cc mesin dan bahan bakar sekaligus. Jika jenis bahan bakar sudah ditentukan maka tak ayal kita wajib memiliki kemampuan menghitung kompresi yang cocok untuk mesin kita.

image

Menghitung Cc Mesin

Baiklah untuk setidaknya bisa menentukan spesifikasi mesin , stroke dan diameter piston untuk membentuk kapasitas cc mesin, maka berikut rumusannya.

V = phi x D x D x S / 4000

Keterangan :

V = Volume mesin cc
Phi = konstanta yang nilainya 3,14
D = Diameter Piston mm
S = langkah stroke dari tma ke tmb mm

Berarti teknik dasar yang harus kita miliki adalah mengukur diametwe piston. Hal yang patut diperhatika. Adalah letak pengukuran diameter piston adalah sisi yang sejajar dengan pin piston.

image

Kedua adalah mengukur langkah piston atau stroke mesin. Posisikan piston pada tmb , usahakan blok ditekan dengan pin – sehingga tidak bergerak. Ukur dalam piston dari bibir blok saat tmb – dikurangi oleh ukuran kedalaman piston saat tma.

image

Baru setelah itu kita bisa menghitung cc mesin kita. Misal,

Sebuah mesin mio , diketahui langkah standar pabrikan 57,9mm kita bore up menggunakan piston 58,5mm. Maka berapakah cc mesin yang baru?

V = 3,14 x 58,5 x 58,5 x 57,9 / 4000

Hasilnya bisa langsung diketahui dengan kalkulator  155,54cc

image

Gampang kan ? Nah bagaimana bila kita masuk dalam ranah perancangan mesin , kalau kita ingin bikin mio 200cc dengan stroke tetap standar misalnya. Maka berapa diameter piston yang harus kita beli?

Tinggal balik saja rumus nya ,

D = sqrt [ ( v x 4000 ) / ( phi x S ) ]

D = sqrt ( 200 x 4000 ) / ( 3.14 x 57.9 )
= sqrt ( 800000 / 181.8 )
= sqrt (4400.44)
= 66.3 mm

Berarti kita harus mencari piston 66mm agar tidak melebihi regulasi. Beres kan?! Hehehe… atau bisa juga pakai rumus awal, tinggal main mainkan angka D , diameter piston , sampai ketemu cc mesin yang mendekati. Sering berlatih saja supaya lebih lancar.. hehehe… bercinta aja butuh latihan, masa ngitung cc enggak wkkwkwk

Hitung Kompresi

image

Bagian ini lebih penting untuk menjaga keawetan mesin modifikasi kita. Setidaknya mengoptimalkan tenaga tanpa takut terjadi salah paham antara ruang bakar dan bahan bakar didalam mesin hehee… karena kompresi bisa saja jadi sumber tenaga, tapi juga bisa jadi pembunuh utama.

image

image

Meski kompresi dan bahan bakar tak hanya bergantung secara matematika, kenapa begitu, ka
rena dengan desain ruang bakar yang istimewa biasanya lebih kuat terhadap kompresi tinggi meski dengan bahan bakar yang sama. Juga bisa dipengaruhi timing pengapian, bisa saja kita make kompresi yang seharusnya minum pertamax – tapi karena pengapian di retard (mundur) mesin kita jadi oke oke saja tanpa terjadi knocking. Karena perbedaan bahan bakar oktan tinggi itu lebih lambat terbakar daripada yang beroktan rendah.

Karena itu sangat penting untuk mengetahui rumusnya, sehingga kita bisa menentukan batasan aman untuk mesin kita sendiri.

RK = ( V1 / V2 ) + 1

Keterangan :
Rk = rasio kompresi
V1 = volume cc mesin
V2 = volume ruang bakar ( hasil diukur buret dikurangi volume lubang busi )

Nah volume cc mesin kita sudah bisa hitung kan, nah kalo volume ruang bakar gimana ngitungnya – kalo dimatematika ya bisa botak!

Pasang aja blok dan head lengkap set , dan posisikan piston ke posisi TMA , lalu masukkan cairan melalui lubang busi. Alat yang digunakan biasanya disebut Buret, sedangkan cairan yang digunakan bisa menggunakan oli samping – itung itung sklian melumasi silinder pertama kali ehheheh 😆😆 Oh ya sebelumnya tepi blok saat piston TMA diberi vaselin / gemuk, tipis tipis aja, supaya cairan ga lolos ke ring piston.

Atau cek aja video youtube cara ukur kompresi.

Misal , mesin jupiter 130cc , hasil buret menunjukkan 11cc , volume busi 0,7cc maka isi ruang bakar adalah 10,3 cc. Berapakah kompresinya??

Rk = 130 / 10,3 + 1
Hasil calculator langsung mengitung 13,6 … gampang kaaannn???!

image

Lantas setelah kita tahu rasio kompresi mesin kita, saatnya menentukan bahan bakar yang akan kita pakai 🙂

Premium = kompresi 9 – 11
Pertamax = kompresi 11 – 12
Pertamax plus = kompresi 12 – 13
Pertamax racing = kompresi 13 – 14
Bensol = kompresi 14- 16

Sudah tahu cara cara nya khann… sekarang selamat menikmati riset riset kalian 😄
Tetap Sehat ! Tetap semangat ! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari!

RAT MOTORSPORT INDONESIA
raya bypass juanda no 17
SIDOARJO JAWA TIMUR
085645577007
Pin bbm : 264aca8d
Facebook page : ratmotorsport indonesia
Instagram : ratmotorsby

image

Iklan
Komentar
  1. setiyakawan berkata:

    udah wordads ya bos? hohoo 😀

  2. anto berkata:

    Om angka 10,3 sama 1 itu dri mna asalnya ?
    Mohon penjelasannya ?
    Tmksh

  3. wiwied pandora berkata:

    Trus cara ngitung kompresi dinamis gimana gan? Katanya kalo kepadeten kompresi bikin atasnya gk mo jalan? Maksudnya gimana sih gan. Kalo bener, brp dong kompresi ideal yang mesti kita patok dr masing” mesin. Mohon pencerahannya suhu…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s