Heheheh… mencontoh sedikit judul dari sebuah topic meningkatkan performa BAJAJ PULSAR di situs Prides Online Community alias Jalur Hidup Penunggang Pulsar, bener po ra to terjemahane… hehehhee.. bukankah ON = Hidup, Line = Jalur, kalo bahasa inggris kan bacanya dibalik?! 🙂

Sudahlah kita tidak usah berdebat tentang bahasa inggris dan translate arti nama, yang pasti para pengendara Pulsar 200 cc  ini telah menemukan komunitas yang bisa memandu mereka dalam menemukan jalur hidup yang benar, hingga akhirnya berhenti kemari Huehehehehehhe Pada dapat wahyu apa kalian teman nyasar ke desa nyelempittt… 🙂

Satu hal motto yang keren banget dari komunitas ini adalah : “UNBREAKABLE BROTHERHOOD SPIRIT”, jadi hanya ada satu kata untuk menyambut teman-teman yang datang ke rumah kami : “WELCOME HOME BROTHER” dan kami akan berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk menciptakan UNBREAKABLE ENGINE PERFORMANCE for you guys…

Knalpot Ndeso Performa Kota :)

Knalpot Ndeso Performa Kota 🙂

Karburator KOSO di Bajaj P200

Karburator KOSO di Bajaj P200

Setelah melakukan modifikasi kecil-kecilan pada sektor pembuangan P200 milik Mr. H, serta peningkatan sistem karburasi memakai label KOSO dengan venturi inside diameter 34mm, tak lama mas bro H membawa kardus coklat lumayan gede, wah… kita sudah menyangka mau dikirimin parcel atau apa, aduh sorry bro bukannya gak mau, cuma kita tidak menerima hadiah barang atau pemberian apapun nanti takutnya disangka korupsi dan diperiksa KPK lak yo gak enak dewe to, jadi lucu ntar beritanya mekanik terkena dugaan kasus penyuapan.. Huakakakkaka…

Setelah dibuka “Hwaladalah…” Isinya seonggok blok dan cylinder head, Alhamdulillah order-order, katanya dari pulau Gajah.. minta mesinnya di Gang Bang habis.. tapi syaratnya banyak : Masih bisa minum premium (satu), Bisa dibuat turing ratusan Kilometer (tapi pake istirahat ya bro tar kalo turing, kalo ga istirahat kan sampeyan sendiri yang capek lho, tar anyang-anyangen lo… tau gak anyang-anyangen..?! Hehehehe) Ketiga bisa dibuat Gas Polll…!!! Krik..Krik..Krik… langsung garuk-garuk kepala… ciamik tenan kalo Request gak tanggung-tanggung…

Akhirnya kita ambil keputusan untuk melakukan bore up, yup cara mudah meningkatkan torsi pada putaran rendah hingga ketengah adalah melimpahkan ekstra kapasitas di jantung P200, pilihannya adalah piston mobil berdiameter 85mm… Huahahhahahahah Maunya! Tapi berhubung gak cukup, dan daripada-daripada… mendingan, mendingan (kok ngomongnya diulang-ulang kaya grup lawak Bajaj) kita pasang piston Yamaha Scorpio yang berdiameter 71mm beserta liner Kalajengking ke dalem cylinder block. Kelar proses Honing Selesai maka kita oprek-oprek cylinder head nya.

Lubang masuk dan buang pun tak luput dari sapuan bor tuner, porting dimulai… zzzuuuungggg…. cciiuuuttt… nggiiinnngggg… SLLUURRRPPP… (yang ini menikmati kopi hitam sedap ala R.A.T) FFiiuuhhh… (yang ini aliran hembusan rokok nikmat bintang lembut) Lanjut lagi… ZZZuuunggg… ciiuuutttt… ngiingg…

sp_a2594sp_a2613

Piston Scorpio Custom by R.A.T

Piston Scorpio Custom by R.A.T siap dipekerjakan

Setelah itu cylinder head ini kita rubah sudut klep supaya klep dengan diameter 5.5mm dan payung klep selebar 33/28 milimeter bisa pas dengan seating klep baru yang dibentuk 3 sudut seperti sikat gigi, dang..! Mengapa klep ini begitu kecil uy… untuk bore up dengan piston segede gajah. Alasan saya sederhana, mempertahankan perhitungan insinyur india, desain porting mereka beda, bentuk squish cyliner head beda, standard rasio klep terhadap diameter piston yang mereka buat pasti memiliki alasan tertentu 🙂 dan kita di R.A.T hanya mengembangkan performa dari modal yang sudah ada.

Cylinder Head Bajaj Klep Gede

Cylinder Head Bajaj Klep Gede

Hmmm… satu kata : cantik! Cylinder head ini jadi begitu menawan dan performa yang dihasilkan nantinya akan bisa dirasakan untuk dinikmati. Sesuatu yang indah bukan melulu selalu untuk dipamerkan dan ditampilkan, selayaknya wanita yang cantik menawan namun khusus kita nikmati sendiri, yeah… inilah rasanya modifikasi mesin, orang lain tidak bisa melihat… karena kita lewat begitu cepat… whussss… priiittt… halah, sempritane sopo iku…

serupa tapi tak sama

serupa tapi tak sama

Karena belum jadi nih modifikasi, dan masih dalam tahap preparation, jadi membahasnya dilanjutkan mangke mawon nggih mas… yang pasti selalu ada yang baru di Taman Bermain Mesin R.A.T huehehehehhe 🙂

Tetap Sehat, Tetap Semangat, Supaya Bisa Modifikasi Mesin Setiap Hari 🙂

R.A.T MOTORSPORT

Raya Bypass Juanda No 1

Sidoarjo

085645577007

 

Iklan
Komentar
  1. ramdan berkata:

    Tuh bajaj pake klep apa?mobil or part racing

    • ratspeed berkata:

      @ramdan

      Terserah tinggal pilih : klep honda jazz, klep toyota camry, atau mau bikin dari kelep kapal jugak bisa 😀

  2. ramdan berkata:

    Abis nerapa duit tuh?

  3. SevenSunday berkata:

    wow..panjang skali penjelasan nya bro…hehehe..keren². Sangat² memuaskan bro..
    Iya kyknya diskusi nya harus lebih intensif lagi neyh..kyk org pacaran gt wkwkwkw.
    Saya juga sependapat dgn mas, tidak ada fanatisme thd merk, hanya saja berhubung saya termasuk techno-slave (ixixixii) jd bawaan nya pengen nerapin teknologi2 canggih yang ada di motor lain ke motor yamaha saya bro…(pnasaraaan bgt efek na jd kyk gmn.. ^.*)

  4. SevenSunday berkata:

    emang ca’em tuh head bro…
    e’eh bro klo gk salah mesin keluaran bajaj tuh menganut sistem “swirl-induction / soft-heads”, tul gk bro ?
    kira² bisa gk kita terapin sistem tsb ke mesin² motor keluaran yamaha ??
    mohon informasinya, tengkyu
    ^.^

    • ratspeed berkata:

      @seven

      Wow… saya salut ada yang meneliti detail spec mesin seperti anda.
      Konfigurasi jalur pemasukan udara maupun pembuangan gas sisa pada mesin bajaj pulsar terlihat istimewa diantara motor-motor lain, tapi jangan tertipu karena porting model ini hanya “berbeda” tidak begitu istimewa malah, karena port model ini sangat biasa dijumpai pada cylinder head mobil. Oleh karena itu mengapa begitu saya membuka head bajaj pulsar ketika mendapat order port-polished, saya teringat oleh mekanik balap mobil saya dulu jadinya konsultasi ke beliau sebelum melakukan porting 🙂 Tapi ketika kamu melihat detail porting head bajaj, dan jimenghayati dalam-dalam kamu akan berdecak kagum, kenapa engineer bajaj menambal area di belakang bushing valve, sedangkan kebanyakan desain porting motor jepang tidak begitu? begitu kamu sadari, subhanallah… betapa pintar juga para Insinyur india berkreasi… hehehehe

      Oke, bagaimanapun juga motor dari jaman baheula sudah dibekali model porting konfensional, bulat dan lurus, dianggap oleh engineer bajaj kurang menghasilkan pusaran udara. Kemudian bajaj menciptakan transisi porting, untuk menciptakan Swirl yang dibutuhkan oleh mesin -bajaj-. Offset port dianggap lebih optimal ketimbang yang lurus. Tapi ingat, setiap engineer berkreasi dengan desain mesinnya sendiri, kalau kemudian pertanyaan mas adalah : Kira2 bisa tidak diterapin di mesin motor keluaran yamaha?

      – Bajaj mengkreasikan porting model ini didukung oleh pengapian yang nyaris sempurna -dua busi dalam ruang bakar- , dengan kecepatan bakar yang tinggi, porting besar dengan airflow banyak namun gas speed rendah, dengan derajat squish besar, kemudian menurut saya bentuk dome piston bajaj inilah yang menciptakan turbulensi didalam silinder dan ruang bakar memiliki nat untuk memberi tambahan waktu udara/bahan-bakar terkociok sempurna karenanya deck clearances piston negatif menembus cylinder block dan head gasket. Melihat piston bajaj jadi teringat piston motor 2 tak.

      – Kapasitas engine bajaj relatif besar, dengan konfigurasi engine overbore dan relatifitas diameter klep yang kecil dibanding diameter piston. bandingkan misal yamaha scorpio. Atau dengan motor tiger misal.

      – Menilik dari efisiensi volumetris mesin, durasi, Lift, LSA camshaft yang diterapkan bajaj termasuk tinggi untuk desain mesin sekelasnya. Kenapa juga engine bajaj dilimit pada 10.000 RPM. Hmmm…

      Mungkin kalau diteliti mendetail bisa jadi tulisan ilmiah dan tidak cukup diskusi kita berdua saja, engineer bajaj juga perlu didengar alasannya hehehehe…
      Akhirnya jawaban saya atas pertanyaan mas adalah : BISA SAJA. Tapi menimbang kata om Graham bell di bab cylinder head porting, porting inlet yang membulat relatif lebih bagus, jadi dikarenakan Indonesia belum lebih pintar dari Jepang dan India, maka… jika ingin memodifikasi sebaiknya tidak melenceng terlalu jauh dari basic spesifikasi mesin, itu kalau ingin tetap mempertahankan nilai reliabilitas, efisiensi, dll, dsb. Kalau mau contoh, ambil porting Exhaustnya aja yang bentuk D-Shaped hehehehehe…
      I LOVE Yamaha as I LOVE Bajaj, tidak ada yang lebih baik, it’s just different 🙂 Oleh karenannya saya setia menanti orang gila yang ingin membuat motor bajaj untuk DRAG RACE heheheheheheh :p

      semoga sedikit membantu

      wassalammuallaikum

  5. arthur berkata:

    dinding piston dibubut brp mm yach,,,,,
    oya ku pingin nanya tentang stroke untuk motor aing.optimal stroke berapa yach n jangan lupa ku minta rumus yang logis n bermanfaat n amannya ketikaa egine break.thanks b4……………….

  6. darkwolf berkata:

    gimana neh hasil bore upnya ? kok reportnya sedikit banget? akselarasi gimana? blum ada lanjutannya neh?

  7. Pcel berkata:

    kalo diitung2 jadinya brapa Cc tuh om?

  8. Pcel berkata:

    hehe….

    hasilnya gimana neh? dah dicobain lom?

    Penasaran jadinya.

    kalo di dyno kluar brapa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s