TORSI DAN TENAGA, LAWAN ATAU KAWAN?

Posted: 3 Maret 2009 in MESIN DAN BALAP
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Drag Racing , Street Performance

Mungkin sudah banyak cerita tentang beberapa pembalap dan engineer / tuner berdiskusi tentang torsi dan HP. Ada yang bilang “torsi adalah yang melontarkan motor kamu”, yang lain menanggapi power (HP) jauh lebih penting. Well… jika kamu adalah orang yang mengatakan HP is important, selamat! Karena kamu baru saja join our club! Ya, power adalah segalanya, karena torsi tidak berarti apa-apa selain momen puntir pada kruk as. Seberapa banyak tekanan kamu berikan pada driveshaft, yang biasa diukur dalam Nm. Power adalah perkalian dari momen puntir ini dengan putaran mesin – seberapa cepat kamu dapat memanfaatkan momen puntir- untuk menghasilkan kecepatan.

Jika kita tidak memindah gear, maka torsi menjadi sangat penting, sebagai contoh adalah motor matic, seperti Yamaha Mio dan kawan-kawannya. Mengapa tuner cenderung memanjangkan stroke mio, ya karena itu mereka menginginkan torsi yang besar serta kompresi tinggi membantu melejitkan motor matic, yang apabila dikorek dengan benar kecepatannya bisa saja mengalahkan motor drag 2 tak. Hmmm…

Dikarenakan motor matic hanya memiliki 1 buah rasio transmisi, dimana puncak torsi berada pada saat motor melakukan akselerasi tercepat, memproduksi tekanan gravitasi terbesar. Puncak torsi bisa menjadi sangat penting untuk melontarkan motor dari garis start, tapi setelah itu POWER yang berbicara…

Gampangnya adalah seperti ini, Transmisi adalah pengali torsi. Kamu bisa saja menghasilkan torsi puncak dimanapun, jika kamu mau menurunkan RPM. Pikirkan, kamu bisa saja berakselerasi sangat cepat pada gigi berapapun asalkan berada pada puncak torsi, tapi kamu akan berakselerasi lebih cepat pada gigi lebih rendah di rentang puncak HP.

Racing adalah tentang akselerasi yang paling gesit untuk menuju top speed, nah lo… Gear rasio akan membantu akselerasi motormu pada puncaknya dengan cara menjaga agar RPM mesin tidak turun terlalu banyak saat kamu melakukan perpindahan gigi, sehingga masih berada pada puncak Tenaga. Meski tenaga puncak kamu berada pada 9,000 RPM, kamu mungkin akan lebih baik jika mengoper pada 10,000 RPM meskipun power sudah menurun, tapi ketika setelah kamu memindah gigi ke lebih tinggi dan RPM jatuh ke 8,000 RPM, kamu bisa dengan cepat meraih puncak tenaga lagi. Ohhh… Yeah.

Kesimpulannya, adalah HP yang melampaui perhitungan gigi rasio yang tepat akan memproduksi performa terbaik. Jika kamu sedang membangun sebuah mesin, kamu tentu ingin power rata-rata yang tinggi pada rentang RPM yang akan sering kamu pakai. Untuk DRAG RACING, dengan perpindahan gigi selalu di RPM tinggi dengan rasio transmisi yang sangat rapat -close- akan menghasilkan penurunan RPM yang dekat dengan puncak tenaga. Selamat menghitung kembali gigi rasio anda. GAS POLLL…!!!

Order Now :

CLOSE RATIO FOR YAMAHA JUPITER Z

CLOSE RATIO FOR SUZUKI SHOGUN

CLOSE RATIO FOR HONDA REVO

R.A.T motorsport -secret garage-

Rumah untuk semua riders

RAYA BYPASS JUANDA No. 1

SIDOARJO

085645577007

Iklan
Komentar
  1. djusuf berkata:

    Salam R.A.T,saya mau tanya.cara menghgitung rasio untuk drag bagaimana sich,karena saya kurang begitu paham..thanks.semoga R.A.T makin jaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s